Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bayi Sering Gumoh, Amankah? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui Orang Tua

Bihan Mokodompit • Kamis, 25 Juni 2026 | 17:55 WIB
Ilustrasi foto seorang bayi. (Klik Dokter)
Ilustrasi foto seorang bayi. (Klik Dokter)

RADARTUBAN - Gumoh merupakan kondisi yang sangat umum terjadi pada bayi, terutama pada usia beberapa bulan pertama kehidupan.

Meski sering membuat orang tua khawatir, sebagian besar kasus gumoh sebenarnya tidak berbahaya dan merupakan bagian normal dari proses perkembangan sistem pencernaan bayi yang masih belum sempurna. 

Gumoh terjadi ketika sebagian kecil susu atau ASI yang sudah masuk ke lambung kembali keluar melalui mulut tanpa adanya usaha kuat seperti saat muntah. Kondisi ini umumnya akan berkurang seiring bertambahnya usia bayi.

Mengapa Bayi Sering Gumoh?

Salah satu penyebab utama gumoh adalah katup antara kerongkongan dan lambung bayi yang belum berkembang sempurna.

Baca Juga: PMI Asal Aceh dan Bayinya Jadi Korban Pembunuhan di Malaysia Motif Masalah Utang 

Akibatnya, susu yang telah masuk ke lambung lebih mudah mengalir kembali ke kerongkongan dan keluar melalui mulut, terutama setelah menyusu atau ketika posisi tubuh berubah. 

Selain itu, gumoh juga dapat dipicu oleh bayi yang minum terlalu banyak, menelan udara saat menyusu, atau belum disendawakan setelah minum ASI maupun susu formula. 

Kapan Gumoh Masih Dianggap Normal?

Para ahli menjelaskan bahwa gumoh yang terjadi sesekali dan tidak mengganggu pertumbuhan bayi umumnya masih tergolong normal.

Selama bayi tetap aktif, mau menyusu dengan baik, tidak rewel berlebihan, dan berat badannya terus bertambah sesuai usia, orang tua tidak perlu terlalu khawatir.

Bahkan gumoh dapat terjadi cukup sering pada bayi usia di bawah enam bulan dan biasanya akan membaik ketika bayi mulai duduk serta mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). 

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar kasus tidak berbahaya, orang tua tetap perlu memperhatikan beberapa tanda tertentu.

Segera konsultasikan ke tenaga kesehatan apabila gumoh disertai muntah menyemprot, berat badan tidak naik, bayi tampak kesakitan, mengalami gangguan pernapasan, atau terlihat sangat lemas setelah gumoh.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca Juga: Kronologi Penemuan Bayi Dibuang di Sawahan Rengel, Polisi Lakukan Penyelidikan

Cara Mengurangi Gumoh pada Bayi

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi frekuensi gumoh.

Di antaranya menyusui dalam posisi yang nyaman, menyendawakan bayi setelah menyusu, menghindari memberikan susu berlebihan, serta tidak langsung mengajak bayi bermain aktif setelah makan.

Para orang tua diimbau untuk tidak langsung panik ketika bayi mengalami gumoh.

Sebagian besar kasus gumoh merupakan kondisi normal yang akan membaik seiring perkembangan sistem pencernaan bayi.

Namun, jika muncul gejala yang tidak biasa atau mengganggu pertumbuhan anak, pemeriksaan medis tetap menjadi langkah terbaik untuk memastikan kondisi si kecil tetap sehat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#gumoh #pencernaan bayi #asi #bayi #menyusui