RADARTUBAN- Penggunaan True Wireless Stereo (TWS) kini telah menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat modern untuk menunjang produktivitas maupun hiburan.
Namun, posisi perangkat yang menempel langsung di dalam lubang telinga kerap memicu kekhawatiran publik terkait adanya paparan radiasi elektromagnetik yang disebut-sebut bisa memicu gangguan kesehatan kronis.
1. Radiasi Bluetooth Masuk Kategori Non-Ionisasi yang Relatif Aman
Kekhawatiran bahwa gelombang nirkabel dari TWS dapat memicu kanker otak atau kerusakan saraf tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
Teknologi Bluetooth yang disematkan pada TWS memancarkan radiasi jenis non-ionisasi.
Karakteristik radiasi ini memiliki tingkat energi yang sangat rendah, jauh di bawah radiasi sinar-X atau bahkan gelombang ponsel pintar, sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk mengubah struktur DNA atau merusak sel-sel di dalam tubuh manusia.
2. Bahaya Nyata Justru Mengintai dari Kerusakan Pendengaran Permanen
Faktor risiko utama yang sering kali diabaikan oleh pengguna TWS bukanlah masalah radiasinya, melainkan intensitas suara yang masuk ke telinga.
Mendengarkan musik atau menerima panggilan telepon dengan paparan volume suara yang terlalu keras dalam jangka waktu yang lama dapat merusak sel-sel rambut sensitif di dalam koklea (rumah siput).
Kondisi ini bisa memicu terjadinya penurunan daya dengar hingga risiko tuli permanen sejak dini.
3. Bijak Menggunakan TWS dengan Menerapkan Aturan Rumus 60-60
Untuk menjaga kesehatan organ pendengaran dari paparan beban suara yang berlebihan, para pakar kesehatan sangat menyarankan pengguna untuk disiplin menerapkan rumus 60-60 saat memakai TWS.
Aturan praktis ini mengharuskan Anda membatasi tingkat volume suara maksimal di angka 60 persen dari kapasitas volume tertinggi perangkat, serta membatasi durasi pemakaian TWS paling lama 60 menit sebelum memberikan waktu istirahat bagi telinga. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni