Kecernaan Protein Telur Matang Lebih Tinggi, Ini Temuan Penelitian University Hospital Leuven

Bihan Mokodompit • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:09 WIB
Ilustrasi telur mentah dan matang. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi telur mentah dan matang. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Kecernaan protein telur matang menjadi salah satu topik yang banyak dibahas setelah penelitian dari University Hospital Leuven di Belgia menunjukkan bahwa protein pada telur yang dimasak lebih mudah diserap tubuh dibandingkan telur mentah.

Penelitian Gunakan Teknik Isotop Stabil yang Presisi

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari University Hospital Leuven diterbitkan dalam The Journal of Nutrition pada 1998.

Para peneliti menggunakan metode stable isotope techniques atau teknik isotop stabil untuk mengukur secara langsung seberapa banyak protein telur yang benar-benar dicerna dan diserap oleh tubuh manusia.

Baca Juga: Harga Telur Naik Usai Program MBG Berjalan Lagi, Bobby Nasution Minta SPPG Tak Berebut Pasokan di Pasar

Teknik tersebut dikenal sebagai salah satu metode paling presisi dalam penelitian nutrisi karena mampu melacak perjalanan protein setelah dikonsumsi tanpa menggunakan isotop radioaktif.

Dengan metode ini, para peneliti dapat mengetahui jumlah protein yang berhasil diserap di usus halus sehingga hasilnya lebih akurat dibandingkan metode konvensional yang hanya mengandalkan analisis sisa protein.

Hasil Penelitian Tunjukkan Perbedaan Signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan protein telur matang mencapai sekitar 90,9 persen.

Sementara itu, tingkat penyerapan protein dari telur mentah hanya sekitar 51,3 persen.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa proses memasak membantu mengubah struktur protein sehingga lebih mudah dipecah oleh enzim pencernaan.

Dengan demikian, tubuh dapat memanfaatkan kandungan protein dalam telur matang secara lebih optimal dibandingkan telur mentah.

Penelitian ini juga menjadi salah satu referensi penting dalam bidang ilmu gizi karena dilakukan langsung pada manusia menggunakan pendekatan ilmiah yang modern.

Penelitian Tidak Membahas Telur Setengah Matang

Meski hasil penelitian sering dikaitkan dengan perdebatan mengenai telur setengah matang, penelitian dari University Hospital Leuven sebenarnya tidak membandingkan telur matang dengan telur setengah matang.

Baca Juga: Menakar Fakta Nutrisi Sederhana: Benarkah Kombinasi Nasi dan Telur Setara dengan Kualitas Protein Daging?

Penelitian tersebut hanya menguji dua kondisi, yakni telur matang dan telur mentah.

Karena itu, hasil penelitian tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan tingkat kecernaan protein pada telur setengah matang.

Hingga saat ini, masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang secara khusus membandingkan telur matang, telur setengah matang, dan telur mentah menggunakan metode yang sama.

Teknik Isotop Stabil Dianggap Sebagai Standar Penelitian

Teknik isotop stabil telah lama digunakan dalam berbagai penelitian nutrisi karena mampu menghasilkan data yang sangat rinci.

Metode ini bekerja dengan memberikan penanda berupa isotop stabil pada protein telur.

Setelah dikonsumsi, peneliti melacak keberadaan isotop tersebut untuk mengetahui berapa banyak protein yang benar-benar diserap oleh tubuh.

Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai proses pencernaan dibandingkan metode yang hanya mengukur sisa protein yang keluar dari tubuh.

Oleh sebab itu, hasil penelitian dari University Hospital Leuven masih sering dijadikan rujukan dalam pembahasan mengenai kecernaan protein telur matang.

Keamanan Pangan Tetap Menjadi Pertimbangan

Selain memiliki tingkat penyerapan protein yang lebih tinggi, telur matang juga dinilai lebih aman untuk dikonsumsi.

Proses pemanasan hingga matang dapat membantu mengurangi risiko bakteri, termasuk Salmonella, yang mungkin terdapat pada telur.

Sebaliknya, konsumsi telur mentah masih memiliki risiko lebih besar apabila telur tidak berasal dari sumber yang dipasteurisasi atau tidak diproses dengan standar keamanan pangan yang baik.

Berdasarkan temuan ilmiah tersebut, kecernaan protein telur matang terbukti lebih tinggi dibandingkan telur mentah berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University Hospital Leuven.

Meski demikian, penelitian tersebut tidak memberikan kesimpulan mengenai telur setengah matang sehingga diperlukan kajian lanjutan untuk mengetahui tingkat penyerapan proteinnya secara spesifik.

Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa hasil penelitian ini hanya berlaku pada perbandingan antara telur matang dan telur mentah, bukan pada seluruh tingkat kematangan telur. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
telur matang kecernaan protein telur mentah