Kopi Kekinian Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes? Ini Penjelasan di Balik Kandungan Gulanya

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:56 WIB
Segelas caramel macchiato/shake berukuran sedang dapat mengandung puluhan gram gula dan ratusan kalori. (RADARTUBAN/AI)
Segelas caramel macchiato/shake berukuran sedang dapat mengandung puluhan gram gula dan ratusan kalori. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – Dahulu kopi merupakan minuman yang identik dengan rasa pahit yang menambah energi, namun industri minuman modern berhasil mengubah persepsi masyarakat terhadap kopi.

Saat ini kopi yang pahit telah bergeser menjadi minuman kaya gula seperti caramel macchiato. Hingga memunculkan sebutan baru berbunyi ‘Diabetes in a cup’ karena banyaknya gula yang ditambah ke dalam minuman secara tidak sadar.

Dalam analisisnya mengenai tren konsumsi kopi saat ini, Kiana Docherty dalam videonya berjudul “The INSANELY Sweet Sugary Coffee Epidemic” menyoroti bagaimana persepsi masyarakat terhadap kopi telah direkayasa oleh strategi pemasaran industri.

Kopi kini tak lagi dikonsumsi sebagai penambah fokus, melainkan telah dinormalisasi sebagai diabetes in a cup (makanan penutup di dalam cangkir).

Baca Juga: Orang yang Minum Kopi Hitam Tanpa Gula Sering Kali Memiliki 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Banyak video viral barista yang membagikan video pesanan yang meminta minuman kustom dengan belasan sendok gula, di Amerika Serikat bahkan terdapat kolaborasi Ice Spice dan Dunkin’ Donuts bernama Ice Spice Munchkins Drinks yang memblender 4 donat utuh ke dalam blender. 

Minuman ini mengandung 830 kalori atau 41,5% dari total konsumsi kalori harian yang disarankan oleh WHO sebesar 2000 kalori per harinya.

Dalam menu-menu coffee shop sekarang kopi bukanlah lagi bintang utama. Buktinya, menu nomer satu Starbucks secara global adalah Caramel Macchiato yang mengandung 250 kalori atau setara dengan setengah kaleng Coca-Cola.

Menikmati kopi manis sekali-kali sebagai hadiah untuk diri sendiri tidaklah yang dilarang namun, yang menjadi masalah adalah apabila minuman kopi manis ini sudah masuk dalam rutinitas sehari-hari.

Riset menunjukan bahwa mengkonsumsi gula dalam bentuk cair lebih berbahaya daripada mengkonsumsi dalam bentuk manis. Satu porsi minuman per hari terbukti menaikan risiko diabetes tipe 2 sebesar 25%.

Padahal, manfaat antioksidan dan pencegahan penyakit dari biji kopi hanya bisa diperoleh optimal jika dikonsumsi tanpa gula tambahan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
diabetes kopi gula