RADARTUBAN - Fenomena El Nino yang memicu lonjakan suhu ekstrem dan kemarau panjang tak hanya memukul sektor pertanian serta lingkungan, tetapi juga menghadirkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.
Lansia, balita, ibu hamil, hingga warga di wilayah krisis air bersih menjadi kelompok yang paling riskan terpapar dampaknya.
Merespons kondisi tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren meminta publik untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah pencegahan dini.
Menurutnya, kesiapsiagaan sejak awal sangat krusial guna menekan potensi risiko penyakit akibat perubahan cuaca ekstrem ini.
Baca Juga: Super El Nino Ancam Asia Tenggara, Risiko Kabut Asap Lintas Negara Meningkat Tajam
"Kondisi alam saat ini harus diimbangi dengan kesadaran dan langkah antisipatif sejak awal, khususnya untuk membentengi kelompok masyarakat yang paling rentan," tegas Obet kepada media, Sabtu (1/8).
Deretan Potensi Masalah Kesehatan
Politikus PDI Perjuangan ini menerangkan bahwa fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berdampak langsung pada merosotnya intensitas hujan di Indonesia. Situasi ini berpotensi memicu sejumlah gangguan kesehatan serius, seperti:
Dehidrasi dan Heat Stroke Akibat tubuh terpapar panas menyengat dalam durasi panjang.
Gangguan Pernapasan (ISPA): Dipicu oleh menurunnya kualitas udara serta tingginya polusi partikel debu dan asap.
Penyakit Penularan Air (Diare, Kolera, Tifoid, Leptospirosis):
Imbas dari keterbatasan pasokan air bersih yang higienis.
Ancaman Malnutrisi
Mengintai warga di daerah yang mengalami gangguan ketahanan pangan.
Tekanan Mental
Dampak psikologis akibat krisis kekeringan, kegagalan panen, serta minimnya akses layanan medis.
Solusi Pencegahan dan Imbauan Langkah Praktis
Guna meminimalkan dampak buruk El Nino, Obet mendorong masyarakat untuk konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa tindakan praktis yang disarankan antara lain meningkatkan asupan air minum, membatasi kegiatan fisik berat di luar ruangan pada siang hari, serta memakai masker saat beraktivitas di area berudara buruk.
Baca Juga: El Nino Godzilla Ancam Jawa Timur, 815 Desa dan 921 Ribu Hektare Lahan Berisiko Kekeringan Parah
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sumber air rumah tangga, memantau kondisi kesehatan anggota keluarga yang tergolong rentan secara berkala, serta tidak menunda untuk memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala sakit.
"Sinergi dan respons cepat dari masyarakat, tenaga medis, hingga pemerintah adalah kunci utama agar kita bisa meredam dampak El Nino terhadap kesehatan publik," tutup Obet. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama