RADARTUBAN - Tren olahraga dan perawatan kebugaran fisik kini semakin diminati oleh berbagai kalangan anak muda.
Meski demikian, masih banyak kesalahpahaman mengenai latihan beban (strength training), terutama pandangan bahwa angkat beban hanya ditujukan untuk membentuk badan agar tampak kekar atau berotot secara berlebihan.
Faktanya, latihan beban merupakan kebutuhan mendasar (necessity) dalam menjaga kesehatan Fungsi otot serta sistem rangka tubuh secara jangka panjang.
Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia secara alami akan mengalami penurunan densitas atau ketebalan tulang. Kondisi ini berisiko menyebabkan pengeroposan tulang (osteoporosis) hingga pengapuran sendi (osteoarthritis) di masa tua.
"Jadi ketika usia bertambah, pasti komposisi densitas tulangnya akan lebih rendah. Kalau orang jarang olahraga dari muda, dia akan mengalami satu kondisi namanya sarkopenia yaitu penurunan massa otot yang sangat masif," ujar dr. Tirta dikutip dari kanal YouTube Raditya Dika.
Baca Juga: Saddil Ramdani Tetap Jaga Kebugaran Meski Jalani Libur Panjang Bersama PERSIB
Selain pengeroposan tulang, seseorang yang jarang berolahraga juga rentan mengalami penurunan massa otot secara masif (sarkopenia) yang membuat tubuh lemah serta keterbatasan gerak saat memasuki usia lanjut.
Bagi kaum perempuan, pengeroposan tulang bahkan berisiko terjadi lebih cepat dan masif setelah memasuki masa menopause akibat penurunan hormon estrogen.
Maka dari itu, latihan beban atau aktivitas fisik yang dapat mempertahankan massa otot sangat disarankan untuk dilakukan sejak usia muda.
"Mitos banget kalau ada yang mengatakan angkat beban hanya untuk berotot, enggak. Angkat beban itu maintenance. Makanya disarankan cewek-cewek itu harus angkat beban setidaknya dari usia muda," jelas dr. Tirta.
Olahraga dan pengaturan nutrisi juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta tujuan pribadi masing-masing individu. Kebutuhan nutrisi serta porsi latihan untuk peningkatan massa otot (bulking) tentu berbeda dengan latihan ketahanan kardio (endurance).
Bagi mereka yang ingin meningkatkan massa otot maupun berat badan secara sehat, konsumsi kecukupan protein serta asupan energi yang seimbang menjadi kunci utama pendukung latihan.
Di samping menjaga pola makan dan rutin berolahraga, masyarakat diimbau untuk tetap rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala (medical check-up) tanpa memandang batasan usia.
Walaupun faktor gaya hidup dapat dikontrol untuk mencegah berbagai penyakit kronis, langkah pencegahan awal melalui deteksi dini tetap penting guna memastikan fungsi organ tubuh dan sistem kardiovaskular berada dalam kondisi optimal.
Pada akhirnya, latihan beban sejak usia muda bukan sekadar untuk penampilan fisik semata, melainkan investasi kesehatan jangka panjang guna mencegah pengeroposan tulang serta penurunan massa otot di masa tua.
Kombinasi antara latihan fisik yang teratur, asupan nutrisi seimbang, serta pemeriksaan kesehatan rutin menjadi kunci utama untuk menjaga kualitas hidup yang tetap aktif hingga usia lansia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni