RADARTUBAN - Menurunkan berat badan tidak cukup hanya dengan mengatur pola makan dan rutin berolahraga.
Penulis buku Mindset Diet, Ery Makmur, menilai perubahan pola pikir menjadi bagian penting agar seseorang mampu menjalani pola hidup sehat secara konsisten.
Pandangan tersebut disampaikan Ery saat membahas bukunya melalui kanal YouTube Buku BERKELAS.
Dia membagikan pengalaman pribadi setelah berhasil menurunkan berat badan dari 118 kilogram menjadi 78 kilogram atau berkurang 40 kilogram.
Menurut Ery, informasi mengenai cara menurunkan berat badan sebenarnya sudah mudah ditemukan.
Mulai pilihan makanan sehat, olahraga, hingga berbagai risiko akibat obesitas banyak dibahas di media sosial.
Baca Juga: Rahasia Diet Cepat dan Tepat dengan Metode Intermittent Fasting
Namun, pengetahuan tersebut belum tentu membuat seseorang mampu mengubah kebiasaannya. Salah satu persoalan yang kerap terlewat adalah kesiapan pola pikir dalam menjalani perubahan gaya hidup.
“Banyak pola diet mengajarkan hanya sekadar how-nya, teknisnya, tetapi jarang sekali yang membahas soal mindset-nya,” ujar katanya.
Dia menilai pola pikir menjadi fondasi penting agar perubahan gaya hidup tidak berhenti sebagai program diet sementara.
Menurutnya, seseorang perlu membangun cara pandang yang mendukung kebiasaan sehat dalam jangka panjang.
Kesadaran itu muncul setelah Ery menjalani pemeriksaan kesehatan. Saat berusia 39 tahun, hasil pemeriksaan menunjukkan indikator body age atau usia tubuhnya mencapai 67 tahun.
Kondisi tersebut menjadi titik balik bagi Ery untuk mengubah pola hidupnya.
“Body age gua saat itu di umur 39 setara dengan orang usia 67 tahun. Dari situ tidak ada kata lain, harus merubah hidupnya menjadi pola hidup sehat,” katanya.
Keputusan tersebut juga dipengaruhi keberadaan anaknya yang saat itu masih berusia lima tahun.
Ery menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya berkaitan dengan penampilan atau angka di timbangan, tetapi juga kesempatan untuk mendampingi anaknya tumbuh hingga dewasa.
Perubahan pola hidup yang dijalaninya kemudian membawa sejumlah kesempatan baru.
Selain berhasil menurunkan berat badan, Ery mendapat kesempatan menjadi model, motivator, pembicara seminar kesehatan, hingga penulis buku.
“Gua enggak pernah berdoa, gua enggak pernah bermimpi menjadi penulis buku, tapi kok bisa jadi penulis buku. Percayalah teman-teman pasti akan punya keajaiban itu,” ujarnya.
Pengalaman tersebut menjadi dasar gagasan dalam buku Mindset Diet.
Bagi Ery, keberhasilan menjaga kesehatan tubuh bukan semata-mata ditentukan oleh seberapa ketat seseorang menjalani diet atau seberapa sering berolahraga.
Perubahan, menurut dia, perlu dimulai dari keputusan untuk membangun pola pikir yang mendukung kehidupan lebih sehat dan dilakukan secara berkelanjutan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni