Mengapa Sel Kanker Kebal Pengobatan Medis? Ini Penyebab dan Cara Agresifnya Merampas Kekebalan Tubuh

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:21 WIB
Mikro medis yang menampilkan struktur sel abnormal beserta jaringan pembuluh darah di sekitarnya. (Magnific)
Mikro medis yang menampilkan struktur sel abnormal beserta jaringan pembuluh darah di sekitarnya. (Magnific)

RADARTUBAN – Penyakit kanker hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam dunia medis global karena sifat selnya yang sangat sulit ditaklukkan secara total dan berisiko tinggi kembali menginfeksi tubuh pasien.

Meskipun teknologi pengobatan modern seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi terus berkembang pesat, sel kanker memiliki mekanisme pertahanan biologis yang kompleks untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Ancaman Kanker Intai Generasi Muda, Kebiasaan Kurang Gerak Diduga Jadi Penyebabnya

Kondisi tersebut terjadi lantaran sel kanker berasal dari sel tubuh normal yang mengalami mutasi genetik secara terus-menerus. 

Perubahan pada inti sel ini membuat kanker mampu menghindari sistem kekebalan alami tubuh maupun intervensi medis.

Mekanisme Pertahanan dan Pembelahan Sel Kanker

Secara medis, salah satu sifat utama yang membuat penyakit kanker ini sulit diatasi adalah kemampuannya mengabaikan sinyal biologis tubuh. 

Berbeda dengan sel normal yang akan mati saat tua atau rusak, sel kanker justru melawan sinyal kematian tersebut dan terus membelah diri tanpa kendali.

"Mutasi ini dapat menjadikan suatu sel normal berubah menjadi sel kanker yang merusak tubuh manusia," bunyi narasi dalam unggahan video di kanal YouTube KalbeMed.

"Sel kanker dapat menjadi resisten atau lebih sulit untuk diatasi oleh mekanisme sistem imun tubuh dan pengobatan yang ditujukan untuk menghancurkannya," lanjut narasi tersebut.

Kemampuan beradaptasi tersebut membuat efektivitas sistem kekebalan tubuh dan modalitas pengobatan medis berkurang seiring berjalannya waktu.

Proses Angiogenesis dan Kebutuhan Nutrisi Pasien

Keunggulan biologis sel kanker juga terlihat dari kemampuannya melakukan angiogenesis, yakni merangsang pembentukan pembuluh darah baru menuju massa kanker. 

Jalur ini dimanfaatkan sel kanker untuk menyerap oksigen serta nutrisi, sekaligus menjadi sarana penyebaran ke organ tubuh lain atau metastasis.

Sel kanker dikenal sangat agresif merampas nutrisi dari sel-sel sehat di sekitarnya. Kendati demikian, membatasi asupan makanan pada pasien bukanlah tindakan yang tepat.

Sel kanker akan tetap mengambil nutrisi dari cadangan tubuh pasien tanpa memedulikan tingkat makanan yang masuk. 

Akibatnya, pengurangan asupan makan justru berisiko memperburuk kondisi kesehatan fisik pasien secara keseluruhan.

Pemahaman mendalam mengenai karakter biologis sel kanker menjadi kunci penting dalam pengembangan strategi medis. 

Penanganan kanker membutuhkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya berfokus pada penghancuran sel abnormal, tetapi juga menjaga stamina dan ketahanan fisik pasien selama pengobatan. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
pengobatan medis sistem kekebalan tubuh kanker SEL