Sering Stres? Ini 5 Makanan yang Disebut Bisa Bantu Menenangkan Tubuh Menurut Dokter Vika

Puput Dwi Indrawati • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:22 WIB
dr. Vika Damay, AIFO-K saat menjelaskan tips makanan sehat untuk menurunkan stres. (Tangkapan layar Youtube DRV Channel)
dr. Vika Damay, AIFO-K saat menjelaskan tips makanan sehat untuk menurunkan stres. (Tangkapan layar Youtube DRV Channel)

RADARTUBAN - Stres berkepanjangan sering kali membuat tubuh memproduksi hormon kortisol secara berlebihan.

Kondisi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang cukup mengganggu keseharian, mulai dari susah tidur di malam hari, kenaikan berat badan yang drastis, nafsu makan yang tidak terkontrol, hingga perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Sebenarnya, kortisol bukanlah hormon yang jahat karena tubuh tetap membutuhkannya untuk mengatur energi, kadar gula darah, serta kewaspadaan. 

Baca Juga: Karhutla Kepung Hutan Kalimantan, Orang Utan Kehilangan Habitat hingga Terancam Kekurangan Makanan

Namun, jika tekanan hidup datang terus-menerus tanpa jeda, kadar hormon ini akan tetap tinggi dalam jangka panjang dan merusak keseimbangan tubuh.

Kabar baiknya, kita bisa mengelola hormon kortisol tersebut secara alami melalui pilihan makanan sehari-hari yang tepat, mudah didapatkan, serta diolah dengan cara yang sederhana di rumah.

Berdasarkan penjelasan yang dikutip dari kanal YouTube DRV Channel dalam video berjudul "dr. Vika, 5 makanan penurun stres yang bisa membantu menurunkan hormon kortisol", ada lima jenis makanan yang sangat disarankan untuk meredakan ketegangan fisik dan mental. 

Makanan tersebut meliputi berbagai macam sayuran hijau seperti bayam, kangkung, kale, dan pakcoy yang kaya akan kandungan magnesium untuk membantu sistem saraf menjadi lebih rileks.

Selain itu, ada buah pisang yang mengandung vitamin B6 untuk pembentukan serotonin, serta teh hijau yang memberikan efek tenang berkat kandungan L-theanine tanpa membuat tubuh merasa mengantuk berlebihan. 

Tidak ketinggalan, konsumsi oat, gandum utuh, serta makanan fermentasi seperti yogurt dan tempe juga sangat baik untuk menjaga kestabilan gula darah dan kesehatan pencernaan yang terhubung langsung dengan kondisi otak manusia.

Dokter Vika menegaskan bahwa perbaikan pola makan ini harus dibarengi dengan kebiasaan hidup sehat agar hasilnya bisa dirasakan secara optimal oleh tubuh.

"Nutrisi yang tepat membantu tubuh lebih tahan stres karena pikiran dan fisik saling terhubung. Banyak pikiran? Coba perbaiki makan dan tidur anda," tegas dr. Vika dalam video tersebut.

Oleh karena itu, kita juga perlu menghindari berbagai kebiasaan buruk yang menjadi pemicu utama lonjakan kortisol.

Kebiasaan tersebut meliputi waktu tidur yang kurang, terlalu banyak mengonsumsi gula dan makanan manis, asupan kafein yang berlebihan, serta kurangnya aktivitas fisik atau jarang bergerak.

Dengan memperbaiki pola makan dan mulai meninggalkan kebiasaan buruk tersebut, tubuh diharapkan bisa kembali rileks serta pikiran menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan aktivitas harian.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
stres hormon kortisol makanan