Cegah Salah Langkah Merawat Wajah, dr. Parama Putri Ingatkan Pentingnya Basic Skincare

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 07:28 WIB
Ilustrasi pasien melakukan konsultasi bersama dokter. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi pasien melakukan konsultasi bersama dokter. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Rasa khawatir akan ketergantungan pada produk maupun perawatan klinik kecantikan masih sering membuat masyarakat ragu berkonsultasi ke dokter kulit.

Lulusan S2 Queen Mary London sekaligus dokter estetik, dr. Parama Putri, meluruskan anggapan keliru tersebut dan membagikan panduan merawat kulit wajah yang objektif.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Asmarandhany Talks bertajuk Rahasia Atasi Muka Kusam, Aging & Berjerawat Tanpa Salah Langkah, dr. Parama menegaskan bahwa kekhawatiran ketergantungan merupakan bentuk salah kaprah.

Baca Juga: Waspada, Lima Jenis Minuman Ini Disebut Bisa Mempercepat Penuaan dan Membuat Kulit Cepat Keriput

Dia menganalogikan perawatan kulit seperti menjaga kebersihan rumah harian.

"Kita dikasih rumah seindah apapun, tapi kalau tidak disapu atau dibersihkan tiap hari, rumah itu tidak akan terlihat indah lagi," ujar dr. Parama Putri.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan bahwa penurunan kondisi kulit seusai menghentikan perawatan terjadi akibat proses penuaan alami (aging) yang terus berjalan serta faktor gaya hidup.

Karena itu, merawat kulit merupakan kebutuhan jangka panjang dan bukan bentuk ketergantungan.

Pentingnya Analisis Kulit Secara Objektif

Menanggapi keluhan pasien yang sering mengeluhkan wajah kusam meski sudah rutin menggunakan skincare, dr. Parama menekankan krusialnya penggunaan alat pemindai kulit.

Langkah ini penting agar penyusunan rencana perawatan berjalan akurat.

"Kalau kita tidak menggunakan alat ukur yang objektif, terkadang ada sedikit miss dalam mengukur progres perawatan," jelasnya.

Melalui analisis digital tersebut, dokter dapat memetakan tingkat kelembapan, kondisi pori-pori, hingga simetri proporsi wajah secara mendalam.

Kenali Pemicu Jerawat dan Ciri Penuaan Dini

Terkait masalah jerawat, dr. Parama membedah empat pemicu utamanya: produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, peradangan, serta paparan bakteri Cutibacterium acnes.

Dia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru berganti produk skincare secara drastis demi memberi waktu bagi kulit beradaptasi.

Selain itu, indikator awal penuaan dini sering kali bukan munculnya kerutan, melainkan raut wajah yang terus-menerus tampak lelah meski waktu istirahat sudah cukup.

Guna menjaga kesehatan kulit harian, dr. Parama menyarankan masyarakat untuk konsisten menerapkan basic skincare seperti sunscreen dan pelembap sebelum beralih ke bahan aktif.

Masyarakat juga diimbau lebih cermat dalam memilih klinik serta mengenali portofolio dokter yang menangani agar ekspektasi perawatan tetap realistis. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
klinik kecantikan kulit perawatan wajah