Bukan Olahraga, dr. Tirta sebut Nutrisi Seimbang Jadi Fondasi Utama Kesehatan Tubuh

Rosiana Dwi Ramadhani • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 09:53 WIB
Ilustrasi muda-mudi yang terapkan gaya hidup sehat. (Radar Tuban/ AI)
Ilustrasi muda-mudi yang terapkan gaya hidup sehat. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN – Di tengah padatnya aktivitas dan tuntutan gaya hidup modern, memelihara kesehatan tubuh sering kali terabaikan.

Padahal, kebugaran fisik merupakan aset dan investasi jangka panjang paling berharga agar fungsi organ tetap optimal hingga usia lanjut.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Gabriel Rey, dokter sekaligus pengusaha dr. Tirta Mandira Hudhi meluruskan kekeliruan masyarakat yang kerap menganggap olahraga sebagai faktor utama kebugaran.

Dia menegaskan bahwa fondasi paling mendasar justru terletak pada pola nutrisi harian.

"Nomor satu itu pola makan. Makanan yang terbaik adalah makanan yang seimbang dan variatif, mulai dari karbohidrat, protein, mineral, dan vitamin. Makanan yang teratur bisa meminimalisir risiko penyakit metabolik," jelas dr. Tirta.

Baca Juga: Sudah Rajin Olahraga Tapi Masih Stres? Dr. Tirta Sebut Risiko Penyakit Tetap Mengintai

Konsumsi Protein Rendah dan Bahaya Gula Berlebih

dr. Tirta turut menyoroti masih rendahnya asupan protein harian masyarakat Indonesia.

Padahal, protein memiliki peran krusial dalam pembentukan serta pemulihan sel tubuh yang rusak, mulai dari jaringan otot, sistem saraf, hingga fungsi otak.

Di samping itu, ia memberikan peringatan keras terkait konsumsi gula berlebih tanpa diimbangi aktivitas fisik.

Kebiasaan ini dapat memperberat kerja organ vital seperti pankreas dan ginjal, sehingga berisiko memicu diabetes hingga penyakit ginjal kronis.

Fleksibilitas Olahraga dan Tips Intermittent Fasting

Mengenai aktivitas fisik, dr. Tirta menyarankan agar masyarakat mengombinasikan latihan beban (strength training) dan kardio secara fleksibel sesuai ketersediaan waktu.

"Lakukan dua-duanya. Misalkan punya waktu 60 menit, bisa dialokasikan 40 menit untuk angkat beban dan 20 menit sisanya untuk jalan kaki atau kardio," ungkapnya.

Bagi anak muda yang ingin mencoba metode intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten, dia mengimbau untuk memulainya secara bertahap (start slow).

Langkah ini penting guna mencegah stres pada tubuh serta perubahan hormon drastis akibat penurunan asupan karbohidrat mendadak.

Manfaat Power Nap bagi Kesehatan Jantung

Sebagai penutup, dr. Tirta menekankan pentingnya pola istirahat dengan merekomendasikan tidur siang singkat (power nap) selama 45 menit.

Berdasarkan riset medis, power nap efektif memelihara kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular hingga usia tua.

Namun, ia mengingatkan agar tidur siang tidak melebihi dua jam karena dapat memicu dehidrasi dan rasa lelah berlebih. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
nutrisi pola makan kesehatan tubuh aktivitas fisik olahraga