Mengenal Efek dan Bahaya Konsumsi Kafein Berlebihan bagi Tubuh Manusia

Vannya Alysa P • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 07:39 WIB
Penikmat kopi menikmati minuman berkafein di sebuah kedai. (Magnific.com)
Penikmat kopi menikmati minuman berkafein di sebuah kedai. (Magnific.com)

RADARTUBAN — Konsumsi kafein dalam jumlah berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari jantung berdebar, kecemasan, hingga keracunan yang berpotensi mengancam nyawa pada kasus ekstrem. 

Meski kerap dimanfaatkan untuk mengusir kantuk dan meningkatkan fokus, asupan kafein tetap perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.

Pembahasan mengenai efek kafein tersebut diulas dalam video edukatif kanal YouTube Kok Bisa? yang menjelaskan cara kerja zat tersebut di dalam tubuh serta risiko yang dapat muncul apabila dikonsumsi melebihi batas aman.

Secara biologis, kafein bekerja dengan menghambat senyawa adenosin, yaitu zat yang berperan memberi sinyal rasa lelah kepada otak. 

Baca Juga: Guru Besar IPB Ingatkan Efek Kafein Kopi dan Teh Saat Ramadan

Ketika reseptor adenosin ditempati kafein, sinyal kantuk menjadi berkurang sehingga seseorang merasa lebih segar dan waspada.

"Simpelnya kafein itu bisa nipu otak dengan pura-pura jadi zat yang tugasnya ngasih tahu otak buat ngerasa capek. Nah karena bentuknya mirip, kafein bisa nyelonong dan ngambil tempat zat capek ini di otak, sinyal kantuk pun jadi ketahan," ujar narator dalam video tersebut.

Kutipan tersebut menjelaskan bahwa kafein tidak menghilangkan rasa lelah yang sebenarnya dialami tubuh, melainkan menghambat sinyal kelelahan agar tidak segera diterima oleh otak.

Selain membuat tubuh tetap terjaga, kafein juga dapat memicu pelepasan hormon yang meningkatkan kesiagaan. 

Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tekanan darah dapat meningkat sementara, dan tubuh berada dalam kondisi lebih waspada.

Namun, konsumsi kafein yang terlalu tinggi dapat menimbulkan efek samping serius. Gejala yang dilaporkan antara lain jantung berdebar, tremor, gangguan tidur, kecemasan, hingga gangguan irama jantung pada kasus tertentu.

"Gilanya kalau kita terus maksa masukin kafein ke tubuh, efeknya bakal mirip keracunan sianida. Jadi ya kebanyakan kafein dalam jumlah ekstrem bisa bahaya, ada penelitian nunjukin kalau batas amannya itu di bawah 4 atau 5 gelas sehari," lanjut narator.

Melalui pernyataan tersebut, narator menekankan bahwa konsumsi kafein dalam dosis sangat tinggi dapat menimbulkan efek berbahaya bagi tubuh. 

Meski demikian, batas aman konsumsi kafein umumnya diukur berdasarkan jumlah kandungan kafein, bukan jumlah gelas minuman, karena setiap produk memiliki kadar yang berbeda-beda.

Salah satu kasus overdosis kafein pernah menimpa seorang pelatih kebugaran yang mengonsumsi bubuk kafein dalam dosis sangat tinggi akibat kesalahan pengukuran. 

Baca Juga: Berapakah Jumlah Kafein yang Ada Dalam Secangkir Kopi, Apakah Berbahaya Atau Justru Bermanfaat?

Konsumsi tersebut menyebabkan kondisi medis darurat yang berujung pada kematian.

Kasus ini sering dijadikan contoh bahaya konsumsi kafein dalam dosis ekstrem yang jauh melampaui penggunaan normal sehari-hari.

Menariknya, kafein sebenarnya diproduksi secara alami oleh tanaman seperti kopi, teh, kakao, dan kola sebagai mekanisme pertahanan diri terhadap serangga. 

Pada dosis tertentu, senyawa tersebut dapat mengganggu sistem saraf serangga dan membantu melindungi tanaman dari hama.

Selain itu, sejumlah penelitian menemukan bahwa sebagian tanaman menyimpan kadar kafein rendah pada nektar bunga. 

Kandungan tersebut diduga membantu lebah mengingat lokasi bunga sehingga peluang penyerbukan menjadi lebih tinggi.

Di sisi lain, industri kopi global saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan iklim. 

Kenaikan suhu dan perubahan pola curah hujan berpotensi mengurangi luas lahan yang cocok untuk budidaya kopi pada masa mendatang, sehingga dapat memengaruhi produksi dan mata pencaharian petani di berbagai negara penghasil kopi.

Melalui ulasan tersebut, Kok Bisa? mengajak masyarakat memahami bahwa kafein dapat memberikan manfaat apabila dikonsumsi secara wajar, tetapi tetap memiliki risiko kesehatan apabila digunakan secara berlebihan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
jantung berdebar gangguan kesehatan kecemasan kafein