RADARTUBAN – Bahan bangunan asbes yang selama puluhan tahun akrab digunakan masyarakat ternyata menyimpan risiko kesehatan yang sangat serius.
Serat mikroskopis yang terlepas dari material ini dapat terhirup ke dalam organ pernapasan dan memicu berbagai penyakit mematikan, seperti kanker paru-paru hingga mesothelioma.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan penyakit akibat paparan asbes menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahun di seluruh dunia.
Baca Juga: Mengenal Efek dan Bahaya Konsumsi Kafein Berlebihan bagi Tubuh Manusia
Bahaya laten penggunaan asbes tersebut diulas secara mendalam pada tayangan edukatif kanal YouTube Kok Bisa?
Video tersebut membahas sejarah popularitas asbes sekaligus dampak buruknya bagi kesehatan tubuh manusia.
Pada masa lalu, asbes menjadi salah satu material konstruksi primadona karena memiliki berbagai keunggulan ketahanan.
Bahan ini tahan terhadap api, suhu panas, cuaca ekstrem, serta melimpah dengan harga yang relatif ramah di kantong.
"Dulu bahan ini adalah primadona para tukang dan industri bangunan, soalnya dibanding bahan bangunan lain asbes ibarat punya kekuatan super. Dia hampir enggak bisa kebakar, tahan panas, hujan badai, bahkan hujan es dan yang terpenting jumlahnya melimpah di alam," ujar narator dalam video tersebut.
Karakter unggul itulah yang membuat asbes diproduksi secara massal sebagai campuran atap, dinding, pipa, hingga kabel.
Bahaya dari Bentuk Serat Jarum Mini
Seiring perkembangan penelitian medis, para ilmuwan mengonfirmasi bahwa bahaya utama asbes bukan berasal dari kandungan racun kimia atau zat radioaktif, melainkan dari bentuk fisiknya yang berupa serat sangat kecil dan tajam.
Ketika material asbes mengalami pelapukan, goresan, atau kerusakan fisik, serat mikroskopis tersebut akan terlepas bebas ke udara dan rentan terhirup oleh manusia.
"Jawabannya bukan karena asbes ngandung racun apalagi zat radioaktif, tapi karena bentuknya. Sedikit aja atap, dinding, atau pipa asbes kegores, jarum-jarum mini ini bisa lepas, terbang, nempel di baju, dan masuk hidung lalu nancep di paru-paru," terang narator.
Memicu Kerusakan Permanen Organ Pernapasan
Struktur serat asbes yang sangat kuat membuat sistem kekebalan tubuh kesulitan untuk menghancurkannya.
Akibatnya, serat jarum mini yang tertancap di jaringan paru-paru akan memicu pembentukan jaringan parut (scars), sehingga organ pernapasan kehilangan elastisitasnya secara bertahap.
Dalam jangka panjang, kondisi kronis ini berisiko tinggi berkembang menjadi asbestosis, kanker paru-paru, hingga tumor ganas mesothelioma.
Meski sebagian besar negara di dunia telah resmi melarang penggunaan asbes, material ini terpantau masih marak diperjualbelikan dan digunakan di Indonesia.
Faktor harga murah serta daya tahan tinggi menjadi alasan utama masyarakat masih memilihnya.
Melalui ulasan edukasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih mewaspadai risiko kesehatan tersembunyi di balik penggunaan asbes serta mempertimbangkan opsi material bangunan yang lebih aman bagi lingkungan tempat tinggal. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari