Waspadai Aritmia dan Henti Jantung Mendadak, dr. Tirta Sarankan Pantau Denyut Lewat Smartwatch

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 17:57 WIB
Pemantauan detak jantung dengan smartwatch. (unsplash.com/ helloimnik)
Pemantauan detak jantung dengan smartwatch. (unsplash.com/ helloimnik)

RADARTUBAN – Kasus gangguan irama jantung hingga henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) yang menimpa individu dengan tampilan fisik bugar kini kian menyita perhatian publik.

Dalam pembahasan di kanal YouTube MALAKA, dr. Tirta Mandira Hudhi memaparkan pentingnya pemantauan indikator kesehatan secara mandiri.

Salah satunya memanfaatkan fitur pemantau denyut jantung (heart rate) pada perangkat jam tangan pintar (smartwatch) sebagai prediktor awal pencegahan kondisi fatal.

Baca Juga: 7 Manfaat Pisang untuk Kesehatan, dari Menjaga Jantung hingga Mendukung Pencernaan

Gangguan irama jantung (aritmia) pada tahap awal umumnya bersifat asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas.

Sebagian besar penderita baru menyadari adanya masalah ketika kondisi sudah memasuki fase menengah hingga lanjut, yang ditandai dengan sesak napas, nyeri dada hebat, hingga penurunan kesadaran.

Penggunaan jam tangan pintar secara harian membantu merekam pergerakan denyut per menit secara kontinu, baik saat beraktivitas fisik maupun ketika beristirahat.

Melalui data riwayat kesehatan fisik dan pengalamannya mendampingi kerabat yang terdeteksi memiliki masalah irama jantung saat berolahraga, dr. Tirta menegaskan krusialnya pemantauan denyut jantung tersebut.

"Sebenarnya yang saya suka dari smartwatch itu adalah detak jantungnya. Karena jantung manusia itu unik dan setiap manusia memiliki potensi untuk terkena serangan jantung di masa tua," ujar dr. Tirta.

Deteksi Cardiac Drift Sebelum Berdampak Fatal

Meski smartwatch bukan alat diagnosis medis utama pengganti elektrokardiogram (EKG) atau pemeriksaan Holter monitor 24 jam, sensor pada perangkat sandang (wearable device) ini dinilai efektif memberikan peringatan dini.

Perangkat ini dapat mendeteksi cardiac drift, yakni lonjakan denyut jantung secara mendadak di luar batas normal akibat ketidaksiapan tubuh terhadap intensitas aktivitas fisik tertentu.

Saat alarm atau notifikasi darurat pada perangkat berbunyi akibat denyut melampaui ambang batas, pengguna dapat segera menghentikan aktivitas fisik dan melakukan evaluasi medis ke dokter spesialis jantung.

Selain memantau respons jantung saat berolahraga, teknologi pemantau kesehatan ini juga berfungsi merekam kualitas tidur serta mendeteksi gejala sleep apnea (henti napas saat tidur).

Masyarakat dianjurkan untuk memanfaatkan fitur pemantau denyut jantung mendasar pada perangkat yang dimiliki guna menjaga pola latihan fisik yang aman sesuai kapasitas tubuh masing-masing. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
irama jantung smartwach fisik dr. Tirta henti jantung