Mandi Malam Pemicu Rematik Ternyata Cuma Mitos, dr Saddam Ismail Beberkan Manfaat Kesehatannya

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 07:35 WIB
ilustrasi mitos mandi malam. (Radar Tuban/ AI)
ilustrasi mitos mandi malam. (Radar Tuban/ AI)

RADARTUBAN - Anggapan masyarakat yang menyebut bahwa mandi malam hari dapat memicu berbagai penyakit seperti rematik, demam, hingga masuk angin ternyata hanyalah mitos belaka.

dr. Saddam Ismail dalam ulasan di kanal YouTube pribadinya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah secara langsung yang mengaitkan kebiasaan mandi malam dengan kemunculan penyakit-penyakit tersebut.

Sebaliknya, jika dilakukan dengan cara yang tepat, membersihkan tubuh di malam hari justru mendatangkan banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental.

Baca Juga: Waspada! Rematik Kini Mengintai Usia Produktif, Bukan Cuma Penyakit Orang Tua

"Belum ada bukti secara langsung kalau mandi malam itu berbahaya. Memang belum ada, tetapi ada efek samping yang bagus ketika teman-teman sering mandi malam hari," ungkap dr. Saddam Ismail.

Dia memaparkan, sejumlah manfaat penting dari kebiasaan mandi malam hari yang baik untuk tubuh, di antaranya:

Meningkatkan Kualitas Tidur

Terutama jika menggunakan air hangat, mandi malam dapat membantu mengistirahkan otot-otot yang tegang dan kaku setelah beraktivitas seharian.

Kondisi ini membuat tubuh menjadi lebih rileks dan terhindar dari rasa sakit atau pegal saat bangun pagi.

Membantu Mengurangi Stres

Air dingin yang digunakan saat mandi bagi seseorang yang sedang mengalami banyak pikiran dapat memicu pelepasan hormon noradrenalin dan endorfin.

Senyawa alami ini bekerja mirip dengan obat antidepresan yang membuat pikiran lebih tenang dan rileks.

Menurunkan Tekanan Darah

Berdasarkan studi dari jurnal Biological and Medical Rhythm Research, mandi air hangat selama 11 hingga 15 menit bagi lansia atau penderita hipertensi terbukti membantu menurunkan tekanan darah sekitar 16 milimeter air raksa (mmHg).

Kendati demikian, dr. Saddam menegaskan terapi ini tetap harus diiringi dengan konsumsi obat yang teratur dari dokter.

"Mandi malam ini bermanfaat untuk tubuh kita biar lebih sehat. Jadi, nggak ada hubungannya dengan rematik, kemudian juga dengan masuk angin, apalagi bikin demam," tegasnya.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, dr. Saddam menyarankan agar durasi mandi dibatasi maksimal 15 menit dan dilakukan sekitar satu hingga dua jam sebelum beranjak tidur.

Penggunaan air hangat juga menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang sensitif terhadap suhu dingin. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
dr. sadam ismail mandi malam kesehatan rematik