Kekuatan Kaki Jadi Kunci Utama Jaga Ketajaman Otak hingga Tua, Begini Penjelasannya

Nadiyatul Ul Ya • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 10:03 WIB
dr. Indra Gunawan melalui kanal edukasinya menjelaskan bahwa selama ini banyak orang salah sasaran dalam berolahraga. (Tangkapan layar Youtube dr. Indra Gunawan)
dr. Indra Gunawan melalui kanal edukasinya menjelaskan bahwa selama ini banyak orang salah sasaran dalam berolahraga. (Tangkapan layar Youtube dr. Indra Gunawan)

RADARTUBAN— Sejumlah temuan ilmiah terbaru mengungkapkan fakta menarik mengenai kesehatan jangka panjang.

Bukan sekadar menjaga kebugaran fisik atau bentuk tubuh, kekuatan otot kaki terbukti menjadi salah satu prediktor terkuat dalam menentukan ketajaman fungsi berpikir dan struktur otak manusia hingga usia senja.

Praktisi kesehatan dr. Indra Gunawan melalui kanal edukasinya menjelaskan bahwa selama ini banyak orang salah sasaran dalam berolahraga. 

Selama puluhan tahun, dunia kedokteran menganggap otot sekadar mesin penggerak atau dinamo penarik tulang. Padahal, otot merupakan organ aktif yang berkomunikasi langsung dengan otak.

"Hari ini kita bahas kenapa organ yang paling sering kelupaan waktu kita ngomongin olahraga bukan jantung bukan otot, tapi otak kamu. Otot itu bukan cuma mesin penggerak, dia organ aktif yang tiap kali berkontraksi keras ngelepas zat-zat kimia ke aliran darah yang alamat tujuannya adalah otak kamu," ujar dr. Indra Gunawan.

Baca Juga: Cegah Penuaan Otak Lewat Jalan Kaki, dr Indra Gunawan Ungkap Pentingnya Kekuatan Otot Kaki

Studi Kasus Kembar Identik dan Pertumbuhan Otak

Landasan penting mengenai hubungan otot kaki dan kesehatan otak diperkuat oleh riset dari King’s College London terhadap sejumlah pasangan perempuan kembar identik. 

Dengan cetak biru genetik (blueprint) yang sama persis, individu yang memiliki kekuatan kaki lebih baik terbukti memiliki struktur otak yang jauh lebih terjaga dan terhindar dari penyusutan rongga otak di kemudian hari.

Sementara itu, penelitian dalam jurnal PNAS juga mencatat bahwa aktivitas fisik rutin seperti jalan kaki aerobik selama satu tahun dapat meningkatkan volume hippocampus bagian otak yang mengurus memori sebesar 2%. 

Angka tersebut setara dengan upaya memutar balik proses penuaan otak selama satu hingga dua tahun. Peningkatan ini didorong oleh produksi molekul BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor) yang bertindak sebagai "pupuk" bagi sel-sel saraf otak.

Dukung Kesehatan Mental dan Suasana Hati

Selain berdampak pada struktur fisik otak, analisis gabungan berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal BMJ menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur baik berupa jalan kaki, jogging, yoga, hingga latihan beban turut berkontribusi secara signifikan dalam membantu menurunkan gejala klinis depresi.

Kendati demikian, para ahli tetap mengingatkan agar masyarakat bijak memandang fungsi olahraga dan tidak serta-merta mengabaikan pengobatan medis.

"Tolong jangan pernah menghentikan obat atau terapi sendiri setelah nonton video ini. Bicarakan dulu sama dokter atau psikolog kamu, gerak itu tambahan bukan pengganti," pesan dr. Indra.

Baca Juga: Bukan Kelainan, Ini Cara Kerja Otak dan Sensorik Individu Autis

Tips Sederhana Melatih Kekuatan Kaki

Untuk mulai merawat kesehatan otak sejak dini melalui otot kaki, masyarakat tidak harus langsung melakukan olahraga berat di pusat kebugaran. 

Gerakan fungsional sederhana seperti latihan bangkit dari kursi tanpa bantuan tangan sebanyak 10 kali dalam dua putaran, dua kali seminggu, sudah cukup efektif untuk melatih kekuatan otot tubuh bagian bawah.

Dengan membiasakan diri untuk terus aktif bergerak, manfaat jangka panjang tidak hanya dirasakan oleh kekuatan fisik semata, melainkan juga bermuara pada ketajaman pikiran yang terjaga hingga usia tua. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
otak kaki otot