RADARTUBAN - Kasus serangan jantung kini tidak lagi identik dengan usia senja.
Tren medis menunjukkan fenomena mengkhawatirkan di mana penyakit yang kerap disebut pembunuh senyap ini semakin sering menyerang kelompok usia muda, bahkan pada rentang usia 20 hingga 30-an tahun.
Perubahan gaya hidup modern menjadi salah satu pemicu utama pergeseran usia pasien jantung yang kini kian mengkhawatirkan di tengah masyarakat.
Fenomena penurunan usia pasien ini diungkapkan secara mendalam oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. dr. Vito A. Damay SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC.
Dikutip dari kanal YouTube DRV Channel, dr. Vito menjelaskan bahwa rata-rata usia pasien yang mengalami masalah jantung kini jauh lebih muda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Dulu rata-rata orang didiagnosis dengan penyakit jantung itu pertama kali usia 48 tahunan. Nah, dalam bertahun-tahun sebelumnya makin menurun, berikutnya menjadi 43 tahun," ujarnya dalam video tersebut.
Baca Juga: Benarkah Olahraga Malam Bikin Serangan Jantung? Simak Penjelasan dari Dokter Spesialis Jantung
Beliau juga membedakan antara serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah, gangguan struktur seperti katup bocor, hingga gagal jantung yang menjadi stadium akhir.
Untuk mencegah kondisi tersebut semakin parah, masyarakat diimbau agar lebih waspada terhadap gejala awal seperti cepat lelah dan sesak napas saat beraktivitas ringan.
Dikutip dari kanal YouTube DRV Channel, dr. Vito menekankan pentingnya deteksi dini dan kesadaran untuk mengontrol faktor risiko seperti merokok, pola makan buruk, kurang tidur, serta stres.
"Nah, yang paling penting cek diri anda sekarang. Jangan menunggu komplikasi baru ketahuan. Lebih baik mencegah daripada mengobati," pesannya mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni