Lansia Sering Terbangun Tengah Malam? Dr. Saddam Ismail Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 12:19 WIB
Dr. Sadam ismail ungkap alasan gangguan tidur pada lansia. (Tangkapan layar Youtube saddam ismail)
Dr. Sadam ismail ungkap alasan gangguan tidur pada lansia. (Tangkapan layar Youtube saddam ismail)

RADARTUBAN – Sering terbangun pada pukul 03.00 dan sulit kembali tidur dapat dialami lansia. Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh faktor usia, tetapi juga dapat dipengaruhi perubahan hormon, penyakit, obat-obatan, hingga kebiasaan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Dr. Sadam Ismail dalam podcast saddam ismail yang membahas gangguan tidur pada lansia. Ia menjelaskan, kebutuhan tidur tetap penting bagi lansia untuk membantu proses pemulihan tubuh.

“Lansia tetap membutuhkan tujuh sampai delapan jam tidur yang berkualitas setiap malam,” ujar Dr. Sadam Ismail.

Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas tidur adalah menurunnya produksi hormon melatonin seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: 39 CJH Lansia Tuban Masuk Daftar Prioritas Haji 2027, Hanya 24 yang Dipastikan Berangkat

Kondisi ini dapat membuat lansia lebih mudah mengantuk pada sore hari, tetapi mengalami kesulitan tidur saat malam.

Gangguan kesehatan juga dapat membuat lansia terbangun. Radang sendi, asam lambung, dan rasa nyeri dapat mengganggu waktu istirahat.

Selain itu, frekuensi buang air kecil pada malam hari juga dapat memutus waktu tidur.

Penggunaan obat tertentu, beban pikiran, rasa kesepian, terlalu lama tidur siang, serta kurangnya aktivitas fisik turut menjadi faktor yang dapat memperburuk gangguan tidur.

Untuk mengatasinya, Dr. Sadam menyarankan perubahan pola hidup sebagai langkah awal.

Lansia dapat memperoleh paparan sinar matahari pagi selama 15 hingga 20 menit dan melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki.

“Enggak boleh langsung bergantung pada obat tidur,” jelasnya.

Selain itu, konsumsi minuman berkafein pada sore hari perlu dibatasi.

Lansia juga dianjurkan menjaga jadwal tidur dan bangun secara konsisten, membatasi minum menjelang tidur, serta menciptakan kamar yang nyaman dan minim cahaya.

Jika gangguan tidur terus berlangsung, lansia sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menggunakan obat tidur. Perubahan pola hidup dapat menjadi langkah awal untuk membantu menjaga kualitas tidur. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
terbangun lansia malam tidur