70 Persen Pria Berpotensi Botak, Dokter Ungkap Cara Memperlambat Kerontokan Rambut

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 13:28 WIB
dr. Auda rusdin,M.Bion., cara Memperlambat kerontokan Rambut. (RADARTUBAN/AI)
dr. Auda rusdin,M.Bion., cara Memperlambat kerontokan Rambut. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – Kebotakan menjadi salah satu masalah rambut yang banyak dialami pria.

Dalam podcast Room for Improvement di kanal YouTube Rory Asyari, dr. Auda Rusdin, M.Biom., menyebut sekitar 70 persen pria di dunia berpotensi mengalami kebotakan rambut.

Menurut dr. Auda, kondisi tersebut paling banyak dipengaruhi faktor genetik dan hormonal.

Salah satu hormon yang berperan adalah dihidrotestosteron (DHT) yang dapat membuat folikel rambut pria semakin menipis hingga akhirnya mengalami kebotakan.

“Yang sekarang-sekarang ini lebih banyak sih disebabin oleh genetik dan faktor hormonal terutama,” jelas dr. Auda.

Baca Juga: Dokter Kulit Ungkap Rahasia Bebas Jerawat dan Kebotakan Dini, Pria Juga Wajib Rutin Pakai Skincare

Meski faktor genetik tidak dapat dihilangkan, proses kebotakan masih dapat diperlambat dengan penanganan yang tepat. 

Dokter dapat memberikan perawatan atau obat sesuai kondisi pasien untuk mengurangi pengaruh DHT terhadap rambut.

Selain faktor genetik, kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kondisi rambut.

Penggunaan produk penata rambut terlalu lama tanpa dibersihkan, misalnya, dapat mempercepat kerusakan rambut. Produk tersebut sebaiknya dibersihkan sebelum tidur dan tidak digunakan sepanjang hari.

Pola hidup juga perlu diperhatikan. Diet berlebihan yang menyebabkan penurunan berat badan secara cepat dapat memicu kerontokan karena tubuh mengalami kekurangan nutrisi.

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga disebut dapat menjadi faktor yang mempercepat kebotakan.

Penanganan akan berbeda bergantung pada kondisi rambut. Saat masih mengalami penipisan, rambut masih dapat dibantu dengan obat maupun perawatan tertentu. Namun, kondisi menjadi lebih sulit ketika rambut sudah mengalami kebotakan hingga licin.

“Kalau masih penipisan biasanya kita akan melakukan treatment kayak dengan obat-obatan. Tapi kalau udah licin mau enggak mau kita harus transplant,” ujar dr. Auda.

Baca Juga: Rambut Makin Menipis Tiap Hari? Ini Fakta Mengejutkan soal Kebotakan dan Cara Mengatasinya Menurut Ahli!

Pada prosedur transplantasi, rambut umumnya diambil dari bagian samping atau belakang kepala yang lebih resisten terhadap DHT. 

Namun, jumlah rambut donor terbatas sehingga dokter perlu menyesuaikan jumlah dan distribusinya dengan kondisi kebotakan pasien.

Karena itu, pemeriksaan sejak rambut mulai menipis penting dilakukan untuk mengetahui penyebab kerontokan dan menentukan penanganan yang sesuai sebelum kondisi berkembang menjadi kebotakan yang lebih sulit ditangani. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
DHT kerontokan kebotakan hormon rambut