RADARTUBAN – Daun kelor dikenal sebagai tanaman lokal yang kaya nutrisi dan telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Kandungan vitamin, mineral, protein, antioksidan, dan asam amino esensial membuat tanaman ini kerap disebut sebagai superfood.
Hal tersebut disampaikan Dr. Sadam Ismail dalam videonya yang membahas kandungan nutrisi, manfaat, cara mengolah, serta hal yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi daun kelor.
“Kekuatan daun kelor ini terletak pada profil nutrisinya yang sangat lengkap dan melimpah,” ujar Sadam.
Kandungan tersebut membuat daun kelor berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Baca Juga: Matcha vs Daun Kelor, Mana yang Lebih Sehat? Ini Perbedaan Manfaat dan Kandungan Nutrisinya
Mulai dari membantu menangkal radikal bebas, menjaga kadar gula darah, mengurangi peradangan, hingga mendukung kesehatan jantung, tulang, hati, dan sistem kekebalan tubuh.
Sadam juga menyebut penelitian terkait potensi antikanker masih membutuhkan kajian lebih lanjut pada manusia.
Untuk mengonsumsinya, daun kelor dapat diolah menjadi teh, serbuk, sayuran, maupun ekstrak.
Serbuk kelor dapat dicampurkan ke dalam smoothies, jus, atau sup. Sementara daun segar bisa dimasak menjadi sayur bening atau ditumis.
Khusus untuk teh, serbuk daun kelor dapat diseduh dengan air panas selama 5–10 menit. Konsumsinya sekitar satu hingga dua cangkir per hari.
“Intinya konsumsi dalam jumlah sedang adalah kuncinya. Jadi jangan berlebihan,” kata Sadam.
Meski umumnya dapat dikonsumsi, daun kelor dalam jumlah berlebihan dapat menimbulkan efek pencahar yang menyebabkan sakit perut atau diare.
Konsumsinya juga perlu diperhatikan oleh orang yang menggunakan obat diabetes, obat tekanan darah, atau pengencer darah karena berpotensi berinteraksi dengan obat tersebut.
Baca Juga: Menilik Khasiat Luar Biasa Daun Kelor, Sayuran Kaya Nutrisi yang Melampaui Susu dan Daging
Ibu hamil juga disarankan menghindari konsumsi dalam jumlah besar, terutama pada bagian akar dan batang. Sementara penderita diabetes perlu memantau kadar gula darah karena daun kelor berpotensi menurunkannya.
Sadam menekankan bahwa daun kelor dapat menjadi salah satu pilihan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi.
Namun, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni