RADARTUBAN - Penyakit jantung tidak selalu diawali dengan nyeri dada hebat yang muncul secara tiba-tiba.
Sejumlah gejala awal yang berkaitan dengan sumbatan pembuluh darah jantung justru kerap dianggap sebagai keluhan ringan sehingga diabaikan.
Dikutip dari kanal YouTube DRV Channel, Dr. Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, menjelaskan bahwa serangan jantung tidak selalu ditandai rasa nyeri dada yang luar biasa.
Tubuh dapat memberikan peringatan melalui sejumlah keluhan ringan yang sering kali tidak disadari.
Baca Juga: Serangan Jantung Tak Kenal Usia, Ini Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda
Keluhan yang Dianggap Sepele
Salah satu keluhan yang cukup sering dianggap sepele adalah rasa pegal di dada atau nyeri yang menjalar ke lengan kiri, punggung, maupun rahang.
Dalam video tersebut, rasa pegal di bagian dada disebut kerap disalahartikan sebagai akibat kelelahan otot.
Namun, keluhan tersebut perlu mendapat perhatian apabila muncul tanpa aktivitas fisik berat atau justru dipicu oleh kondisi emosional seperti stres dan kemarahan.
Keluhan yang menyerupai masalah lambung atau GERD, seperti rasa panas di dada dan ulu hati, juga dapat memiliki penyebab lain yang perlu diperiksa.
Dalam video tersebut, keluhan semacam itu dikaitkan dengan kemungkinan gangguan pada pembuluh darah jantung bagian bawah.
Jika keluhan yang dianggap sebagai masalah lambung berulang meski pola makan sudah dijaga, kondisi tersebut sebaiknya tidak terus dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.
Gejala lain yang juga perlu diperhatikan antara lain tubuh mudah lelah, sesak atau ngos-ngosan, serta nyeri berulang pada rahang maupun punggung bagian belakang.
Keluhan tersebut terkadang dapat disertai keringat dingin.
Dr. Vito mengingatkan pentingnya mewaspadai berbagai keluhan tersebut.
Terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko penyakit jantung seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, obesitas, maupun kebiasaan merokok.
Lakukan Pemeriksaan Sejak Dini
Pemeriksaan lebih awal, termasuk elektrokardiogram (EKG), dapat membantu dokter mengevaluasi kondisi jantung dan menentukan pemeriksaan atau penanganan lanjutan yang diperlukan.
"Karena itu, kita harus waspada, terutama jika punya faktor risiko. Deteksi dini dapat mencegah serangan jantung," ujar dr. Vito dalam video tersebut.
Dengan mengenali keluhan lebih awal dan mendapatkan pemeriksaan medis yang tepat, gangguan pada jantung dapat dievaluasi sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari