Diet Tak Cukup Kurangi Porsi, Roy Irawan Ungkap Pentingnya Pola Pikir dan Identitas Diri

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:40 WIB
Ilustrasi diet sehat. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi diet sehat. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN — Kegagalan program diet maupun pola hidup sehat yang kerap dialami masyarakat sering kali disebabkan oleh pemangkasan porsi makan secara drastis tanpa memperbaiki pola pikir (mindset) dan identitas diri.

Pendekatan yang berfokus pada reduksi porsi makan tanpa pemahaman nutrisi mendasar justru memicu dorongan rasa lapar berlebih (craving) yang berujung pada siklus kegagalan diet secara berulang.

Founder sekaligus CEO Eating Reorder, Roy Irawan, mengungkapkan bahwa kunci utama dalam merevolusi pola hidup sehat adalah keselarasan antara pikiran dan tubuh melalui edukasi pengelolaan nutrisi serta pengubahan identitas diri.

"Sehat buat gua selaras antara pikiran dan tubuh, karena pola pikir dan pola makan itu enggak bisa dipisahin. Pola makan mempengaruhi pola pikir, dan pola pikir mempengaruhi pola makan," ujar Roy Irawan, dikutip dari kanal YouTube CEMAS - Cerita Masyarakat

Dalam pembahasan tersebut, Roy menjelaskan bahwa konsep pengelolaan pola makan tidak bertumpu pada pengurangan porsi semata, melainkan pemahaman terhadap lima elemen penting, yaitu nutrisi, kalori, komposisi, preparasi, dan porsi.

Baca Juga: Turun 40 Kg, Ery Makmur Ungkap Alasan Diet Tak Cukup Hanya Mengandalkan Olahraga

Penempatan porsi di urutan terakhir menandakan bahwa pemenuhan makronutrisi karbohidrat, protein, dan lemak serta mikronutrisi yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengurangi jumlah makanan.

Selain aspek nutrisi, video tersebut mengulas peran penting pemrograman pikiran bawaan (sabotase pikiran) yang terbentuk sejak usia dini. Kebiasaan serta persepsi salah terkait makanan sering kali tertanam tanpa disadari dan memengaruhi keputusan sehari-hari.

Oleh karena itu, pengubahan gaya hidup membutuhkan pembentukan identitas diri baru sebagai individu yang sehat, yang disokong oleh ekosistem dan komunitas yang positif.

Melalui pendekatan edukasi serta pendampingan mental dan emosional, pengakhiran siklus diet yoyo dipandang dapat dicapai secara permanen, sehingga pola hidup sehat dapat dijalankan dengan mudah, menyenangkan, dan berkelanjutan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
mindset pola makan sehat diet