Sumbatan Jantung Bisa Diam-Diam Mengintai, Dr. Vito Ungkap Gejala dan Pentingnya Deteksi Dini

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:46 WIB
Ilustrasi serangan jantung mendadak. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi serangan jantung mendadak. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN - Penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah sering kali muncul tanpa disadari karena tidak selalu menunjukkan gejala atau keluhan awal.

Banyak masyarakat yang terkecoh dan menganggap kondisi tubuhnya sehat, padahal proses kerusakan pembuluh darah telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. Vito Damai, mengungkapkan bahwa sekitar 50 persen orang yang memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya tidak merasakan gejala apa pun.

Kondisi tanpa keluhan inilah yang justru sering kali menyimpan bahaya besar.

"Sering kali orang kira bahwa serangan jantung ini semua tiba-tiba, padahal prosesnya sudah berlangsung puluhan tahun." Ujar Dr. Vito, dikutip dari kanal YouTube @DRV CHANNEL.

Baca Juga: Serangan Jantung Tak Kenal Usia, Ini Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda

Dalam penjelasannya, Dr. Vito memaparkan bahwa serangan jantung pada dasarnya dipicu oleh penyumbatan pada pembuluh darah. 

Salah satu komplikasi serius yang kerap dialami penderita sumbatan pembuluh darah atau tekanan darah tinggi adalah melemahnya kemampuan pompa jantung, yang memicu penumpukan cairan di paru-paru atau edema paru (paru-paru terendam).

Faktor risiko utama seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), obesitas, diabetes, serta kebiasaan merokok menjadi penyebab utama kerusakan dinding pembuluh darah.

Tekanan darah tinggi membuat pembuluh darah menjadi kaku dan kehilangan fleksibilitasnya, sehingga jantung dipaksa bekerja lebih keras. Dr. Vito juga mengingatkan bahwa penderita hipertensi tidak selalu merasakan sakit kepala, bahkan seseorang dengan tekanan darah mencapai 200 mmHg bisa saja merasa tidak memiliki keluhan.

Terkait pemeriksaan medis, rekam jantung dasar (Elektrokardiogram/ EKG) yang hasilnya normal belum tentu menjamin seseorang bebas dari penyakit jantung. 

Pasien yang membutuhkan tindakan medis seperti pemasangan ring (stent) hingga operasi bypass masih memungkinkan memiliki hasil EKG yang tampak normal. Oleh karena itu, pemeriksaan klinis dan evaluasi faktor risiko lanjutan sangat diperlukan.

Ia juga menegaskan pentingnya intervensi medis dan penggunaan obat-obatan yang sesuai dengan resep dokter untuk menjaga kestabilan kondisi pembuluh darah serta mencegah kerusakan organ jantung yang lebih parah. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
pembulu darah penyumbatan jantung hipertensi