Jantung Sehat Tak Bisa Ditunggu, Dokter Danil Ungkap Kebiasaan Penting Sejak Usia Muda

Sita Devi Alfiyah • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:21 WIB
Ilustrasi sakit jantung
Ilustrasi sakit jantung

RADARTUBAN – Penyakit jantung tidak hanya perlu diwaspadai ketika seseorang memasuki usia lanjut. Kebiasaan sehari-hari sejak usia muda juga dapat memengaruhi kesehatan jantung dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit di kemudian hari.

Hal tersebut disampaikan dokter konsultan aritmia jantung, dr. Danil Tanubudi, Sp.Jp dari Eka Hospital BSD, di kanal Peep Talk. Dalam perbincangan tersebut, dr. Danil menjelaskan sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan masyarakat, khususnya mereka yang masih berusia 20 hingga 40 tahun.

Menurut dr. Danil, menjaga kesehatan jantung perlu dimulai dengan menerapkan gaya hidup yang baik. Olahraga menjadi salah satu hal penting yang perlu dilakukan secara rutin, bukan hanya sesekali. Aktivitas fisik juga tidak harus selalu berupa olahraga kardio karena latihan kekuatan atau resistance training dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Exercise yang rutin teratur,” ujar dr. Danil

Baca Juga: Sumbatan Jantung Bisa Diam-Diam Mengintai, Dr. Vito Ungkap Gejala dan Pentingnya Deteksi Dini

Selain aktivitas fisik, pola makan juga perlu mendapat perhatian. 

Dia menyarankan masyarakat memperbanyak makanan seperti sayuran dan makanan berserat serta mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak dan gorengan. 

Asupan air putih juga perlu diperhatikan karena kebutuhan cairan tubuh turut berkaitan dengan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Istirahat menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Menurut dr. Danil, seseorang tidak hanya perlu memperhatikan lama waktu tidur, tetapi juga kualitasnya.

Gangguan tidur seperti sleep apnea, misalnya, dapat membuat seseorang mengalami kekurangan oksigen saat tidur. Kondisi tersebut dapat mengganggu aktivitas pada siang hari dan berkaitan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk gangguan irama jantung serta peningkatan tekanan darah.

Faktor lain yang perlu dihindari adalah kebiasaan merokok. Dr. Danil menyebut rokok sebagai salah satu faktor risiko yang penting dalam masalah kesehatan jantung.

Dia menekankan bahwa kebiasaan menjaga kesehatan sebaiknya tidak ditunda hingga seseorang merasa mengalami keluhan.

“Artinya olahraga harus rutin. Itu yang saya kira juga saya lihat di anak-anak muda sekarang sebagian besar ya tidak terlalu rutin melakukan exercise dari usia,” jelasnya.

Selain menjaga gaya hidup, pemeriksaan kesehatan juga penting, terutama bagi seseorang yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga. Dr. Danil menjelaskan bahwa faktor risiko penyakit jantung terdiri atas hal yang tidak dapat dikendalikan, seperti usia dan keturunan, serta faktor yang masih dapat dikendalikan melalui pola hidup.

Karena itu, menjaga kesehatan jantung sejak muda tidak cukup hanya dengan mengandalkan kondisi tubuh yang saat ini terasa sehat.

Aktivitas fisik yang teratur, pola makan yang lebih baik, istirahat berkualitas, serta menghindari rokok menjadi bagian dari upaya menjaga jantung agar tetap sehat dalam jangka panjang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
kebiasaan kesehatan jantung usia muda