Jangan Anggap Sepele Jerawat, Dokter Kulit Ungkap Penyebab dan Dampaknya jika Dibiarkan

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 08:16 WIB
Jangan Anggap Sepele Jerawat, Dokter Kulit Ungkap Penyebab Jerawat dan Dampaknya jika Dibiarkan. (pinterest)
Jangan Anggap Sepele Jerawat, Dokter Kulit Ungkap Penyebab Jerawat dan Dampaknya jika Dibiarkan. (pinterest)

RADARTUBAN - Jerawat atau acne vulgaris kerap dianggap sebagai persoalan penampilan yang akan hilang dengan sendirinya justru membawa dampak panjang bagi penderitanya. 

Masalah kulit tersebut dapat berakibat lebih luas terhadap kondisi psikologis dan kualitas hidup bagi seseorang yang menderita jerawat.

Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Fitria Agustina, S.D.V.E., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa jerawat dapat memengaruhi rasa percaya diri hingga kondisi mental seseorang.

Baca Juga: Sering Bikin Jerawatan atau Kusam? Ini Cara Memilih Formula Sunscreen Terbaik Sesuai Jenis Kulit Anda

Hal tersebut disampaikannya dalam tayangan edukasi Derm Dialogues bertajuk “Kulit Sehat Tanpa Jerawat: Mitos, Fakta, dan Solusi” yang diunggah melalui kanal YouTube Perdoski Official.

Menurut dr. Fitria, jerawat merupakan masalah kulit multifaktorial yang dapat dialami sekitar 80 hingga 90 persen orang, terutama pada masa remaja hingga berlanjut pada usia dewasa.

Penyebabnya pun tidak hanya satu. Produksi sebum berlebih, penyumbatan pori-pori, ketidakseimbangan bakteri kulit Cutibacterium acnes.

Kemudian pola konsumsi tertentu seperti makanan dengan indeks glikemik tinggi, hingga stres dapat berperan dalam munculnya jerawat.

“Jerawat itu bukan aib dan tidak sama sekali berhubungan dengan kebersihan yang buruk. Obatilah sesuai dengan saran yang diberikan oleh dokter tetap konsisten, dan never give up karena mengobati jerawat itu tidak ada yang ekspres,” ujar dr. Fitria.

Jerawat Bisa Berdampak pada Kondisi Mental

Menurut dr. Fitria, persoalan jerawat tidak berhenti pada munculnya bintik atau peradangan di kulit.

Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan.

Dia menyebut berbagai penelitian telah menghubungkan jerawat dengan penurunan kualitas hidup.

Ketika jerawat maupun bekasnya dibiarkan, sebagian penderita dapat mengalami rasa minder dan memilih menarik diri dari lingkungan sosial.

“Banyak penelitian yang menghubungkan antara kejadian jerawat dengan dampaknya terhadap kualitas hidup. Jika didiamkan, bekas jerawat bikin minder dan menarik diri dari lingkungan sosial, yang bahkan dampaknya bisa sangat berat hingga berisiko mengakhiri hidup,” ungkapnya.

Karena itu, jerawat tidak seharusnya dianggap sebagai masalah sepele yang cukup ditunggu sampai menghilang.

Penanganan yang tepat juga penting untuk mencegah peradangan meninggalkan bekas luka atau scars yang lebih sulit ditangani.

Dr. Fitria mengingatkan, masyarakat agar tidak menunda penanganan ketika jerawat mulai mengganggu.

Dia juga meminta masyarakat tidak sembarangan mencoba bahan-bahan ekstrem yang belum terbukti aman secara medis.

Jangan Asal Ikuti Mitos Perawatan Jerawat

Dalam tayangan tersebut, dia turut meluruskan sejumlah mitos yang masih beredar mengenai perawatan jerawat.

Beberapa di antaranya adalah anggapan bahwa penderita jerawat sebaiknya menghindari pelembap atau sunscreen, mencuci wajah sesering mungkin, hingga mengoleskan bahan iritan seperti pasta gigi dan bawang putih pada jerawat.

Kebiasaan tersebut justru tidak dapat dijadikan dasar penanganan jerawat.

Perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan tingkat keparahan jerawat masing-masing orang.

Masyarakat dianjurkan berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika untuk mendapatkan terapi dasar maupun tindakan penunjang yang sesuai.

Penanganan jerawat juga membutuhkan konsistensi.

Menurutnya, tidak ada solusi instan dalam mengatasi jerawat sehingga penderita perlu mengikuti terapi sesuai anjuran dan tidak mudah menyerah.

Dengan penanganan yang tepat, persoalan jerawat tidak hanya dapat diarahkan pada kondisi kulit yang lebih baik, tetapi juga membantu mencegah dampaknya terhadap kepercayaan diri dan kualitas hidup. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
penurunan kualitas hidup peradangan masalah kulit jerawat