RADARTUBAN - Trend perawatan kesehatan modern kini dihebohkan oleh molekul Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NAD+) yang digadang-gadang sebagai rahasia menjaga vitalitas tubuh.
Padahal, zat penting ini sebenarnya sudah diproduksi secara alami oleh tubuh untuk membakar energi dan memperbaiki sel yang rusak.
Ahli forensik dan patologi, dr. Djaja, menjelaskan bahwa NAD+ memegang peranan vital dalam mengubah makanan yang dikonsumsi menjadi energi agar metabolisme tubuh dapat berjalan optimal.
"Di badan kita nih kan terdiri dari sel, di sel itu membentuk energi. Energi itu fungsinya supaya metabolismenya bisa berjalan," ujar dr. Djaja dalam perbincangan edukatif di kanal X-Undercover
Baca Juga: Pernah Alami Burnout, Ariel Tatum Kini Lebih Selektif Kerja dan Utamakan Kesehatan Mental
Seiring bertambahnya usia, produksi NAD+ dalam tubuh secara alami akan mengalami penurunan. Hal inilah yang kerap membuat orang lanjut usia merasa lebih cepat lemas, loyo, dan kehilangan gairah beraktivitas.
Meski kerap ditawarkan sebagai terapi infus mahal di berbagai klinik kecantikan, dr. Djaja mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur jika kondisi fisik sehari-hari masih bugar.
Menurutnya, cara paling murah dan ampuh untuk menjaga kadar NAD+ serta stamina tubuh adalah melalui penerapan gaya hidup sehat (lifestyle).
"Kalau mau nge-booster NAD+ di badan kita, lifestyle. Pertama, makan, kembali ke tadi, makanan yang banyak vitamin B3. Makanan-makanannya apa? Terutama sayur-sayuran, alpukat, kacang hijau, edamame, ikan seperti salmon, sarden, makarel, serta produk dairy dan daging seperti susu sapi," jelas dr. Djaja.
Selain menjaga pola makan kaya vitamin B3, dr. Djaja juga menekankan pentingnya tidur cukup, rutin berolahraga seperti kardio dan latihan beban, serta bijak mengelola stres agar cadangan energi sel tidak terbuang sia-sia.
"Jadi intinya kalau kita menjaga gaya hidupnya seperti itu, NAD+-nya bisa terjaga dan orang itu tetap saja penuh stamina," pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni