Rebusan Bunga Lawang dan Cengkeh Diklaim Bakar Lemak, Benarkah Efektif untuk Diet?

Salsa Mardhotun Nafisah • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:59 WIB
Ilustrasi minuman herbal bunga lawang dan cengkeh. (RADARTUBAN/AI)
Ilustrasi minuman herbal bunga lawang dan cengkeh. (RADARTUBAN/AI)

RADARTUBAN – Rebusan bunga lawang dan cengkeh kerap diperbincangkan sebagai minuman herbal yang disebut-sebut dapat membantu metabolisme tubuh hingga membakar lemak.

Namun, manfaat tersebut perlu dicermati karena bukti mengenai penggunaan kedua rempah dalam bentuk air rebusan untuk menurunkan lemak tubuh masih terbatas.

Dokter Fery Juliawan membahas racikan tersebut dalam video yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya. Dia menjelaskan bahwa bunga lawang dan cengkeh mengandung senyawa yang diteliti karena potensi manfaatnya bagi kesehatan.

Bunga lawang atau pekak mengandung anetol, sedangkan cengkeh dikenal memiliki eugenol. Kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis yang menjadi perhatian dalam penelitian, termasuk terkait efek antioksidan.

“Bunga lawang atau pekak mengandung senyawa anetole dan antioksidan tinggi,” ujar Fery.

Baca Juga: UMKM Pakpak Bharat Kembangkan Teh Gambir Tradisional Jadi Minuman Herbal Premium yang Diminati

Dalam penjelasannya, Fery juga mengaitkan cengkeh dengan termogenesis, yakni proses produksi panas oleh tubuh yang menggunakan energi. 

Dia merujuk penelitian mengenai ekstrak cengkeh yang disebut dapat memengaruhi ukuran lingkar pinggang dan lemak tubuh pada orang dengan berat badan berlebih.

Meski demikian, hasil penelitian terhadap ekstrak atau senyawa tertentu tidak otomatis membuktikan bahwa air rebusan bunga lawang dan cengkeh memberikan efek serupa.

Efektivitasnya untuk membakar lemak pada manusia masih memerlukan bukti yang memadai.

Bahan dan Cara Membuat Rebusan Rempah

Fery menyebut minuman herbal tersebut dapat dibuat menggunakan bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur. Racikannya terdiri atas bunga lawang, cengkeh, dan air.

Berikut bahan yang digunakan:

- Dua kuntum bunga lawang.
- Tiga hingga lima butir cengkeh.
- 300 mililiter air.
- Madu dan perasan jeruk nipis sebagai tambahan sesuai selera.

Cara membuatnya dimulai dengan mencuci bunga lawang dan cengkeh hingga bersih. Setelah itu, didihkan air sebelum memasukkan kedua rempah tersebut.

Rebus campuran menggunakan api kecil selama lima hingga tujuh menit sampai aromanya keluar. Setelah selesai, tuangkan air rebusan ke dalam gelas dan tunggu hingga suhunya hangat sebelum diminum.

Fery menyarankan konsumsi minuman tersebut tetap diimbangi dengan pola makan seimbang dan kecukupan air putih. Ia juga menekankan bahwa ramuan herbal hanya berfungsi sebagai pendukung kebiasaan hidup sehat.

“Herbal adalah pendukung atau booster,” kata Fery.

Baca Juga: Sering Nyeri Sendi Mendadak? Kenali Perbedaan Asam Urat dan Rematik Serta Faktor Penyebabnya

Jangan Mengandalkan Rebusan untuk Membakar Lemak

Penurunan lemak tubuh tidak dapat bergantung pada satu jenis minuman. Pengaturan asupan kalori, pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, tidur yang cukup, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi bagian penting dalam pengelolaan berat badan.

Karena itu, klaim bahwa rebusan bunga lawang dan cengkeh terbukti membakar lemak perlu dibedakan dari temuan penelitian terhadap ekstrak rempah.

Bentuk bahan, dosis, lama konsumsi, dan karakteristik peserta penelitian dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Hal serupa berlaku untuk klaim bahwa ramuan tersebut membantu mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan. Manfaat itu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kandungan senyawa dalam rempah.

Perhatikan Keamanan Sebelum Mengonsumsi

Meski berasal dari bahan alami, minuman herbal tetap perlu dikonsumsi secara bijak. Konsentrasi senyawa dalam racikan rumahan dapat berbeda-beda, sementara keamanan konsumsi rutin belum tentu sama bagi setiap orang.

Fery mengingatkan ibu hamil, ibu menyusui, serta orang yang menggunakan obat pengencer darah dosis tinggi untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin meminum racikan tersebut.

Masyarakat juga sebaiknya tidak menjadikan minuman herbal sebagai pengganti obat atau pemeriksaan medis.

Keluhan lendir berlebihan yang berkepanjangan, batuk yang tidak kunjung membaik, atau sesak napas memerlukan penilaian tenaga kesehatan, terutama jika gejalanya memburuk.

Pada akhirnya, bunga lawang dan cengkeh dapat digunakan sebagai rempah dalam makanan maupun minuman.

 Namun, klaim bahwa air rebusannya mampu membakar lemak secara signifikan masih perlu didukung bukti ilmiah yang secara khusus menguji racikan tersebut pada manusia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
air rebusan bunga lawang minuman herbal cengkeh