Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ekonomi Tumbuh, Angka Kemiskinan Menunggu Kejutan

Amin Fauzie • Minggu, 5 Maret 2023 | 18:38 WIB
Photo
Photo
PERTUMBUHAN ekonomi Tuban berdasar laporan Ba dan Pusat Statistik (BPS) mencapai 8,88 persen pada 2022 sekaligus tertinggi se-Jawa Timur, serta melampaui target provinsi dan nasional merupakan kejutan yang tidak terbayangkan sebelumnya.

Baca Ekonomi Tuban Tumbuh Melesat 8,88 Persen

Photo
Photo
AHMAD ATHO’ILLAH
Wartawan Jawa Pos Radar Tuban

Jangankan membayangkan, ter besit saja sepertinya tidak. Semula, Pemkab Tuban hanya menargetkan ekonomi tumbuh 1,31 persen atau naik menjadi 4,31 persen dari 2021 sebesar 3 persen.

Namun, siapa yang nyono, pertumbuhan ekonomi melesat hingga 8,88 persen atau naik 5,88 persen dari tahun sebelumnya.

Sungguh capaian yang sangat mengagetkan. Apalagi menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pemerintah Tuban.

Sebelumnya tidak pernah ada data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi mencapai hampir sembilan persen tersebut.

Karena itu, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak memberikan apresiasi atas capaian yang luar biasa ini. Terlebih, dari 18 sektor produk domestik regional bruto (PDRB), rata-rata mengalami pertumbuhan.

Apakah pertumbuhan ekonomi sudah cukup menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah? Jawabannya: belum.

Pertumbuhan ekonomi hanyalah satu di antara capaian-capaian yang patut disyukuri. Sebab itulah, tepat kira Bupati Aditya Halindra Faridzky menyikapi capaian pertumbuhan ekonomi ini dengan sedikit biasa saja. Tidak perlu membanggakan atau berpuas diri.

‘’Ini (pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,88 persen, Red) berkat kerja keras kita semua,’’ tutur Bupati Lindra, Jawa Pos Radar Tuban (1/3).

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi adalah kesejahteraan masyarakat. Karena itu, patut kita nanti bersama rilis BPS year on year (Y-o-Y) terkait angka kemiskinan di Kabupaten Tuban.

Apakah laporan BPS tentang angka kemiskinan mampu memberikan kejutan yang sama dengan pertumbuhan ekonomi, sepertinya tidak sabar untuk menanti.

Sejauh ini, angka kemiskinan di Tuban masih cukup memprihatinkan. Meski sudah ada penurunan dari 16,32 persen pada 2020 menjadi 15,32 di akhir 2021. Namun, peringkat kemiskinan masyarakat Kota Legen masih terjerembab di lima besar terbawah dari 38 kabupaten/kota se-Jatim.

Meski dapat dimaklum, sebab masing-masing kabupaten/kota juga sama-sama berlari menjalankan program pengentasan kemiskinan—dengan tujuan yang sama pula: menurunkan angka kemiskinan.

Namun, jika angka pertumbuhan ekonomi mampu memberikan kejutan yang tidak pernah dibayangkan, sepertinya penurunan angka kemiskinan tidak jauh beda. Ditunggu saja.

Bagaimana jika hasilnya nanti adalah kebalikan. Kita tidak berharap demikian. Tapi jika demikian, kemungkinan ada yang salah dari pertumbuhan ekonomi Tuban.

Bisa jadi, pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bumi Ronggolawe ini tidak merata. Artinya, yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah banyak. Ada kesenjangan ekonomi bak jurang antara si kaya dan si miskin. Dan jika itu terjadi, maka sesungguhnya inilah tugas mayor seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.

Kebijakan-kebijakan yang dibuat harus lebih berpihak kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Program-program yang dijalankan harus berdampak nyata dan langsung dirasakan oleh rakyat.

Bukan hanya program instan, tapi juga jangka panjang sebagai investasi masa depan.

Apa itu? SDM. Penulis yakin, ketika SDM merata—generasi mudanya gemar membaca, memiliki etos kerja tinggi, serta sikap dan moral yang baik, maka tidak sulit mengikis kesenjang ekonomi. Tabik. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#data pertumbuhan ekonomi #ekonomi tumbuh #Pertumbuhan Ekonomi Tuban #ekonomi 2023 #Ekonomi Tuban