MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah momen penting bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru.
Agar MPLS dapat menjadi pengalaman menyenangkan, harus digaungkan gerakan anti perundungan.
Sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang nyaman untuk pendidikan masa depan.
Kakak kelas selalu mengajarkan kekerasan dengan dalih untuk melatih mental. Sekarang, sudah bukan lagi zamannya seperti itu.
MPLS dapat diisi dengan berbagai aktivitas yang edukatif, interaktif, dan kreatif. Seperti pengenalan tempat belajar melalui permainan kelompok, workshop keterampilan, dan seminar.
Kegiatan-kegiatan ini membantu siswa untuk saling mengenal dengan cara yang menyenangkan dan membangun kerja sama tim.
Pendamping atau panitia MPLS sebaiknya mengadopsi pendekatan yang ramah dan terbuka. Mereka bisa memulai dengan sesi perkenalan yang santai dan menyenangkan. Serta selalu siap membantu dan menjawab pertanyaan siswa baru.
Opsi lain agar acara MPLS menarik yakni dengan mengundang alumni atau tokoh inspiratif. Mereka bisa mengisi sesi motivasi hingga memberikan semangat bagi siswa baru.
Cerita-cerita sukses dari alumni bisa memberikan gambaran nyata tentang masa depan yang bisa dicapai dengan pendidikan yang baik.
Penting untuk memasukkan kampanye anti-perundungan dalam agenda MPLS. Ini bisa dilakukan melalui pertunjukan drama, video edukatif, atau diskusi kelompok tentang pentingnya saling menghormati dan dampak negatif dari perundungan.
Selain itu, tur sekolah yang dikemas secara menarik, seperti petualangan mini bisa membantu siswa mengenal lingkungan sekolah tanpa merasa bosan. Ini juga membantu mereka merasa lebih nyaman dan familiar dengan fasilitas sekolah.
Selanjutnya, bisa melalui pengadaan workshop pengembangan diri, seperti manajemen waktu, teknik belajar efektif, dan pengenalan minat dan bakat.
Sehingga dapat memberikan bekal bagi siswa untuk sukses di tahun pelajaran baru.
Kegiatan seperti bakti sosial atau kegiatan kebersamaan lainnya juga bisa menjadi alternatif program.
Sehingga dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar siswa. Ini juga membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan ramah.
Setelah MPLS selesai, penting untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa tentang pengalaman mereka.
Hal ini bisa digunakan untuk memperbaiki program di masa depan dan memastikan bahwa MPLS terus menjadi pengalaman yang positif bagi semua siswa.
MPLS memang seharusnya menjadi momentum untuk menjauhkan dari kebiasaan perpeloncoan yang sering kali membawa dampak negatif bagi siswa baru.
Mengubah paradigma ini memerlukan komitmen dari semua pihak di sekolah, baik itu guru, siswa senior, maupun pihak lain.
Tak kalah penting, sekolah harus memiliki kebijakan yang tegas terhadap perpeloncoan. Sanksi yang jelas dan tegas harus diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti melakukan tindakan perpeloncoan.
Hal ini akan memberikan efek jera dan menunjukkan komitmen sekolah terhadap lingkungan yang aman dan positif.
Dengan pendekatan yang kreatif dan penuh perhatian, MPLS bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, menginspirasi, dan anti-perundungan.
Pada akhirnya akan memberikan semangat bagi siswa baru untuk meraih masa depan yang cerah. (*)
Editor : Ahmad Atho’illah