Sebuah buku bersampul hijau tosca yang ditulis oleh Jombang Santani Khairen, atau yang karib disapa J.S Khairen ini merupakan novel non fiksi yang diterbitkan oleh Grasindo pada tahun 2023 yang lalu.
NOVEL tersebut menceritakan tokoh bernama Asrul dan Zenna, yang merupakan Ayah dan Ibu penulis.
Seorang bujang dan gadis kampung yang sedari belia telah diuji masalah ekonomi.
Keluarga dan dibebankan sebuah tanggung jawab yang besar. Zenna lahir dari keluarga sederhana, ayahnya seorang pande emas yang sudah meninggal.
Sedangkan Asrul juga anak yang lahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan.
Namun, beruntungnya ia masih memiliki orang tua lengkap, meski ayah dan ibunya bercerai.
Hidup dalam ekonomi pas-pasan membuat mereka kalang kabut saat dilimpahi tanggung jawab untuk menyekolahkan adik-adiknya.
Zenna yang bercita-cita menjadi guru, harus menunda mimpinya setahun demi sang adik.
Begitu pun dengan Asrul, harus membendung mimpi kuliahnya setahun untuk mengumpulkan uang.
Sembari membantu Ibu dan adik-adiknya dengan menjadi tukang kliping koran di kantor redaksi Harian Semangat.
Meski sempat menunda, akhirnya tahun depan mereka bisa kuliah, dan bonusnya mereka kuliah di tempat yang sama.
Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang.
Ditempat ini pula cinta mereka mekar.
Zenna kuliah sambil jualan makanan dan Asrul selesai kuliah lanjut bekerja menjadi wartawan di kantor redaksi koran Harian Semangat.
Saat itu, posisi Asrul naik setingkat daripada sebelumnya. Dulu hanya tukang kliping kemudian menjadi wartawan.
Seiring mekarnya cinta mereka, selepas lulus kuliah mereka merencanakan pernikahan. Meski saat itu ujian cinta menerpa.
Asrul dilamar cewek yang dia taksir saat SMA dan Zenna dilamar oleh seorang PNS yang tidak jadi menyuntingnya sewaktu masih remaja.
Hanya bermodal kata-kata “pernikahan membawa rejeki” nampaknya tak mempan untuk mengatasi kemelaratan mereka tanpa berusaha.
Tinggal di sebuah gudang, lalu pindah ke kontrakan kecil. Itu saja uangnya hasil menggadaikan SK PNS Zenna.
Sebab, selepas lulus kuliah Zenna diterima menjadi guru pegawai negeri sipil (PNS).
Di rumah yang kecil itu mereka berdesakan dengan keluarga Zenna dan keluarga Asrul, yang sama-sama memboyong orang tua dan adik-adiknya.
Karir wartawan Asrul semakin melejit, setelah diterpa kemelaratan yang menyakitkan, dia diangkat menjadi Pimpinan Redaksi di kantornya.
Waktu berjalan begitu cepat, anak pertama Zenna dan Asrul kini kuliah di Universitas Indonesia.
Tidak ingin anaknya merasakan kepahitan seperti dirinya, saat berangkat ke Jakarta untuk pertama kali, mereka mengantar Joven (nama sang anak) untuk bertolak dari Padang ke Jakarta dan membelikan sepatu yang dulu tak didapat Zenna saat gadis dan dompet yang tak didapat Asrul saat bujang.
Penutup
Novel ini mengangkat kisah nyata yang dirangkai begitu terstruktur, sehingga mudah dipahami dan membuat pembaca terbawa haru atas cerita-cerita perjuangan Asrul dan Zenna.
Meskipun begitu, novel ini juga memiliki kekurangan seperti penggunaan nama tokoh yang hampir sama, sehingga membuat pembaca tidak mudah mengingat dan ada beberapa kalimat yang salah tulis atau typo.
Terlepas dari semua itu, novel ini memberikan pelajaran berharga tentang perjuangan hidup, keluarga, tanggung jawab, kasih sayang dan rasa ikhlas yang berkepanjangan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama