Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

1.174 Pria di Tuban Gay, Ada Kode dan Aplikasi “Khusus” untuk Cari Pasangan

Amin Fauzie • Senin, 29 Mei 2023 | 16:09 WIB
Photo
Photo
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tuban mengungkap selama 2022 tercatat 1.356 orang dengan HIV AIDS atau ODHA. Dari jumlah tersebut 15 pasien di antaranya merupakan lelaki seks lelaki (LSL) atau lebih populer disebut gay. Seberapa jauh gay berkembang di Tuban?

KONSER Coldplay yang akan digelar di Indonesia pada 15 November 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 15 November 2023 menuai pro dan kontra.

Salah satu alasan pihak yang menolak kedatangan grup band dari London, Inggris itu karena Coldplay dituding mendukung gerakan LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Tuduhan itu berdasarkan aksi Chris Martin, vokalis Coldplay yang beberapa kali membawa bendera pelangi (yang disebut sebagai bendera kaum LGBT) di sejumlah konser.

Bagaimana di Tuban? Adakah orang yang terindikasi sebagai kaum pelangi atau sebutan bagi kelompok penyuka sesama jenis?

Jawa Pos Radar Tuban mencoba menelusuri sejumlah pemuda yang mengakui bahwa dirinya gay. Baik secara terang-terangan atau tertutup.

Tak mudah untuk mendapatkan keterangan dari mereka. Sebab, para penyuka sesama jenis tersebut menyadari bahwa tindakan mereka menyimpang dan tidak bisa diterima masyarakat pada umumnya.

Penelusuran terhadap kaum gay di Tuban ini bisa dimulai dari pencarian sederhana. Yakni mencari keyword Gay Tuban di media sosial (medsos).

Hasilnya, cukup mengagetkan. Ada 912 orang yang bergabung dalam grup Facebook Gay Tuban. Sedangkan 262 pengikut akun Twitter gay_tuban.

Jika dijumlah 1.174 pria Tuban terindikasi penyuka sesama jenis. Meski belum divalidasi, banyaknya pria Tuban yang bergabung dalam grup medsos tersebut patut dipertanyakan.

Di FB, grup tersebut terpantau cukup aktif. Dengan postingan rata-rata 8 unggahan tiap bulan. Unggahan di grup FB tersebut meliputi pria-pria yang mencari pasangan sesama jenis berdasarkan tempat tinggal.

Dari grup tersebut ditemukan sejumlah kode bagaimana cara mereka mencari pasangan. Dimulai dengan top yang merupakan kode untuk gay yang berperan sebagai pria. Selanjutnya bot (kode untuk pria yang berperan sebagai wanita) dan verse (yang bisa berperan keduanya).

Di Twitter, akun yang mengoneksi para gay ini lebih dulu diblokir. Akun yang dibuat sejak Desember 2017 tersebut sudah tidak bisa diakses karena diblokir  pihak medsos.

Namun, bukan berarti aksi pencarian pasangan sesama jenis tersebut berakhir. Hastag dengan keyword Gay Tuban juga masih bebas di platform tersebut. Sebagian besar pengakses medsos tersebut menggunakan akun palsu. Hanya sebagian kecil yang menggunakan akun asli dan terang-terangan menjelaskan identitasnya.

Sebut saja Perkasa (bukan nama sebenarnya). Dia seorang pria berusia 20-an tahun. Mengakui bahwa dirinya menyukai sesama jenis sejak di bangku SMP. Saat itu, dia merasa ketertarikan seksualnya terhadap sesama jenis terus meningkat.

Dia mengungkapkan bahwa ketertarikannya kepada sesama jenis semakin kuat setelah menemukan pasangan laki-laki yang juga memiliki orientasi menyimpang seperti dirinya.

‘’Sudah beberapa kali ingin menyukai wanita, tapi tidak bisa,’’ terang dia yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Bagaimana cara mengetahui seorang pria gay? Perkasa menjelaskan, secara fisik gay yang berperan sebagai bot atau bottom terlihat dari postur tubuh.

Sebagian masyarakat umum menyebutnya sebagai banci atau laki-laki yang menyerupai perempuan. Sedangkan gay yang berperan sebagai top atau verse lebih sulit untuk dikenali secara fisik. Biasanya mereka akan saling kenal setelah masuk ke circle atau lingkar pertemanan mereka.

‘’Sebagian mencari pasangan melalui aplikasi khusus,’’ ungkap dia.

Selain Facebook dan Twitter, Perkasa menjelaskan, sebenarnya ada beberapa aplikasi khusus yang disediakan bagi para gay. Yang paling populer antara lain Grindr, Dattch, Hornet, U2nite, dan Growlr.

Sistem aplikasi tersebut bekerja seperti radar dengan menjaring pengguna yang sudah menginstal aplikasi yang sama. Sedangkan pengunduh aplikasi tersebut hampir dipastikan adalah gay.

Melalui aplikasi di atas, selanjutnya para usernya janjian lebih intim dengan bertukar nomor ponsel atau bertemu. (yud/ds)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Amin Fauzie
#Tuban #Gay Tuban #Akun LGBT #Kode Khusus Gay #Medsos Gay #LGBT