Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Apa Bahaya Gaya Hidup Rebahan dan Malas Berolahraga? Ikuti Warning Dokter Berikut

Dwi Setiyawan • Jumat, 3 November 2023 | 17:18 WIB
Ilustrasi. Rebahan menjadi gaya hidup
Ilustrasi. Rebahan menjadi gaya hidup

RADARTUBAN-Terlalu sering rebahan dan tidak rutin berolahraga masuk kategori gaya hidup yang tidak sehat. Akibatnya bisa fatal, berpotensi terkena osteoporosis atau pengeroposan tulang!


Peringatan tersebut disampaikan dokter spesialis orthopedi dan traumatologi Troydimas Panjaitan. Selain malas gerak (mager), untuk meminimalisasi rusaknya kepadatan tulang sebagai penyebab osteoporosis, dia juga menyarankan orang-orang untuk mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein dan alkohol serta merokok.


"Seiring bertambahnya usia, kelak otot melemah dan meningkatkan risiko patah tulang," kata melalui siaran pers Sequis, dikutip dari Antara.


Dia menerangkan, osteoporosis merupakan penyakit sistemik pada tulang yang ditandai beberapa hal. Mulai penurunan massa tulang, hilangnya kekuatan tulang, perubahan struktural tulang, serta gangguan pada integritas tulang yang dapat menyebabkan tulang menjadi rapuh dan patah atau fraktur.


Troydimas mengingatkan kepadatan tulang manusia mencapai puncaknya pada usia 35 tahun. Kemudian, di atas 40 tahun, penyerapan tulang akan lebih cepat daripada pembentukan tulang baru.


Menurut dia, postur tubuh dengan osteoporosis terlihat membungkuk dan terasa nyeri pada tulang yang mengalami kelainan pada ruas tulang belakang.

Troydimas menyebut faktor genetik ikut menentukan risiko seseorang terkena osteoporosis. Jika ada riwayat keluarga yang mengalami osteoporosis, maka harus lebih waspada karena ada potensi 60-80 persen anggota keluarga lain menghadapi risiko serupa.

Ini berarti, lanjut dia, osteoporosis tidak selalu menyerang saat usia sudah lanjut melainkan juga bisa dialami orang muda. Bahkan, 80 persen risiko terbesar pada perempuan.

“Banyak orang muda abai akan kesehatan tulang karena menganggap osteoporosis hanya mengancam orang tua. Apalagi, hormon orang muda cenderung cukup untuk mengatur remodelasi tulang," kata dokter RS Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta itu.

Troydimas juga mengingatkan osteoporosis sering disebut sebagai silent disease (penyakit yang diam-diam mematikan) karena sulit dideteksi sebelum patah tulang. "Nanti baru terasa saat usia lanjut. Jika sudah terkena osteoporosis, kesulitan akan terasa semakin berat saat usia semakin tua. Kenyataannya, orang muda juga bisa terkena osteoporosis karena faktor gaya hidup yang buruk,” kata dia.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Postur Tubuh #gaya hidup tidak sehat #tidak rutin berolahraga #Mager #rebahan #osteoporosis