Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kesulitan Mengatasi Jerawat Batu yang Membandel? Ikuti Tips Penanganan Berikut

Dwi Setiyawan • Selasa, 28 November 2023 | 19:08 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Mungkin, karena ukurannya yang besar, berwarna kemerahan, dan berisi nanah, gejala yang muncul di kulit ini dinamakan jerawat batu. Bila ditangani dengan tepat, jerawat ini bisa cepat hilang.


Laman alodokter menjelaskan, jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak dan sel-sel kulit mati yang kemudian memicu peradangan dan infeksi. Kondisi ini bisa muncul di bagian kulit mana pun, terutama area wajah.


Jerawat bisa pecah dan menyebabkan penyebaran infeksi, sehingga menjadi semakin banyak. Untuk mencegahnya, diperlukan pengobatan yang tepat.

Penyebab Jerawat Batu


Belum diketahui pasti penyebab munculnya jerawat batu. Peningkatan hormon androgen dalam tubuh diketahui menjadi salah satu pemicunya. Saat remaja, kadar hormon androgen meningkat, sehingga memicu peningkatan produksi sebum (minyak). Jerawat muncul ketika saluran keluar minyak tersebut tersumbat akibat produksi minyak yang berlebihan, penumpukan sel-sel kulit mati, atau infeksi bakteri.


Meski umumnya terjadi pada usia remaja, jerawat batu juga bisa menyerang orang dewasa hingga lansia. Kondisi ini lebih sering dialami oleh mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan jerawat batu. Selain itu, ada beberapa kondisi yang menyebabkan munculnya jerawat batu, antara lain, menstruasi, kehamilan, menopause, dan sindrom ovarium polikistik.


Jerawat batu juga bisa muncul jika Anda sedang menjalani pengobatan tertentu, tidak cocok dengan produk perawatan kulit yang sedang digunakan, atau keringat berlebih.

Penanganan Jerawat Batu


Jerawat batu biasanya tidak bisa disembuhkan secara tuntas hanya dengan menggunakan obat jerawat yang dijual bebas di pasaran. Diperlukan penanganan lebih lanjut oleh dokter agar jerawat batu tidak menyebar dan menimbulkan bekas luka.
Pemberian antibiotik bisa digunakan untuk mengatasi jerawat yang disebabkan infeksi. Fungsinya mengurangi pertumbuhan dan membunuh bakteri. Pemberian antibiotik disesuaikan dengan jenis jerawat, usia, dan kondisi kesehatan secara umum.


Jika disebabkan gangguan hormon, pengobatan jerawat batu juga dapat dilakukan dengan obat hormonal, seperti pil kontrasepsi yang mengandung progestin dan estrogen yang dikombinasikan dengan obat lain, misalnya isotretinoin.

Pemberian obat oles


Jenis obat oles yang paling umum digunakan untuk mengatasi jerawat adalah obat yang mengandung retinoid (vitamin A). Obat ini biasanya digunakan untuk menghilangkan jerawat yang parah.


Retinoid sering digunakan bersamaan dengan antibiotik topikal untuk mendapatkan hasil yang optimal. Obat oles ini biasanya tersedia dalam bentuk krim, gel, dan losion.
Selain retinoid, obat oles yang digunakan untuk mengatasi jerawat batu adalah asam salisilat dan dapsone. Asam salisilat dapat mencegah penyumbatan pada pori-pori, sedangkan dapsone digunakan untuk jerawat yang meradang.

Tindakan medis


Selain pemberian obat-obatan, ada beberapa jenis terapi yang direkomendasikan untuk mengatasi jerawat batu. Pengobatan tersebut, terapi cahaya, ekstraksi atau pengeluaran komedo dengan alat khusus, baik komedo hitam maupun putih, pengelupasan kulit atau peeling dengan bahan kimia, seperti asam salisilat, suntikan kortikosteroid langsung ke jerawat untuk mengurangi peradangan dan mengurangi rasa nyeri yang muncul.
Perlu diingat, jangan pernah memencet jerawat yang muncul karena dapat menimbulkan bekas jerawat yang sulit hilang.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Tips Penanganan #jerawat batu #kulit #jerawat