RADARTUBAN-Dokter spesialis okupasi kedokteran Lubna Sadat menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan paling tidak setahun sekali.
“Normalnya, kalau tidak ada keluhan atau tidak ditemukan penyakit tertentu biasanya satu tahun sekali," kata Lubna, Rabu (3/1), dikutip dari Antara.
Dia menyampaikan, pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mendeteksi dini terhadap kesehatan diri agar terhindar dari penyakit yang lebih berat.
Lubna mengatakan, dokter bisa saja meminta pasien kembali menjalani pemeriksaan kesehatan jika hasil diagnosis menunjukkan hal yang perlu ditindaklanjuti.
"Bila hasil lab atau hasil pemeriksaan diagnostik ditemukan hasil yang butuh tindak lanjut, biasanya kami sarankan diulang kembali sesuai kebutuhan atau kondisi penyakit yang ditemukan," ujar dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Lubna juga menyampaikan, masyarakat yang hendak melakukan pemeriksaan kesehatan perlu melakukan persiapan sesuai dengan jenis pemeriksaan yang dijalani.
Misalnya, bila ingin melakukan pengecekan darah, maka mereka perlu berpuasa selama 10 hingga 12 jam sebelumnya dan hanya boleh meminum air putih. “Selain itu cukup istirahat,” kata Lubna.
Pemeriksaan kesehatan biasanya dilakukan berbasis risiko dari kondisi pasien atau berdasarkan usia.
Pasien bisa menyampaikan riwayat kesehatan mereka terlebih dahulu, misalnya penyakit yang diderita, sehingga pihak medis bisa menyarankan pemeriksaan apa yang cocok untuk dilakukan.
"Medical check-up ada yang berbasis risiko dari kondisi si pasiennya ini atau berdasarkan usia. Memang itu pasti dibedakan. Misalnya di usia lanjut di atas 50 tahun, itu apa saja yang harus diperiksa. Kami juga melakukan analisa atau pemeriksaan awal,” kata magister bidang kedokteran kerja itu.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri