Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hindari Gaya Hidup Sedenter, Akademisi Ingatkan Bahaya Ancaman Kesehatan

Dwi Setiyawan • Minggu, 7 Januari 2024 | 02:34 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN- Hindari gaya hidup sedenter atau gaya hidup tidak sehat. Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Ari Fahrial Syam mengatakan, gaya hidup yang sekarang ini menjadi tren bisa memicu terjadinya kanker pankreas.

 

"Terus terang saja gaya hidup sedenter seakan jadi tren. Anak muda makannya tinggi lemak misalnya steak, minumnya juga rutin alkohol, merokok juga jadi budaya, lalu obesitas dan seringnya tidak sadar. Itu berisiko terkena kanker pankreas," kata Ari dalam diskusi daring bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jumat (5/1), dilansir dari Antara.

 

Dia menerangkan, kanker pankreas umumnya berpotensi terjadi pada usia 55 tahun ke atas.

Namun, perkembangan tren gaya hidup sedenter menjadikan banyak yang berusia 30-an tahun sudah terkena kanker pankreas.

Dokter yang juga anggota Dewan Pertimbangan Pengurus Besar IDI itu menjelaskan, pankreas dalam tubuh merupakan kelenjar yang berkaitan erat dengan sistem pencernaan karena fungsinya menghasilkan enzim serta untuk menghasilkan hormon insulin.

 

Apabila seseorang memiliki gaya hidup sedenter, maka organ-organ di dalam tubuh harus bekerja lebih keras untuk melakukan metabolisme. Tanpa terkecuali pankreas.

 

Dengan fungsinya yang vital sebagai penghasil enzim untuk pencernaan, apabila makanan maupun minuman yang dikonsumsi tidak memiliki gizi dan hanya memperberat kinerja pancreas, maka lambat laun akan terjadi masalah kesehatan. Trmasuk potensi kanker.

 

Menurut dia, bila melihat fungsinya pankreas menciptakan enzim, secara logika makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh menjadi lebih berat.

‘’Kalau kinerjanya jadi lebih berat artinya bisa menyebabkan masalah, dan bisa sudah ada masalah daging-daging itu sulit tuntas dicerna, akhirnya ada peradangan kronis, lalu jadi polip, dan berujung kanker," kata Ari.

 

Selain menghindari gaya hidup sedenter, Ari juga menyarankan untuk rutin melakukan medical check-up (MCU) atau pemeriksaan medis umum bagi orang-orang berusia di atas 35 tahun untuk mencegah kanker pankreas.

Beberapa hal yang harus diperiksa, di antaranya darah perifer lengkap, fungsi hati, bilirubin total, amilasi, dan Ca19-9 atau dikenal dengan pemeriksaan tumor marker. 

Khusus untuk orang-orang yang kerap mengalami nyeri ulu hati, pemeriksaan tersebut perlu dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya potensi terjadinya kanker pankreas.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#kanker pankreas #gaya hidup sedenter #gaya hidup #tidak sehat #sistem pencernaan