Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Makanan Organik, Benarkah Lebih Sehat dan Aman?

Dwi Setiyawan • Rabu, 21 Februari 2024 | 21:23 WIB
Makanan-makanan organik
Makanan-makanan organik

RADARTUBAN-Makanan organik dianggap sebagai makanan yang lebih sehat daripada makanan nonorganik.


Berikut informasi seputar makanan organik yang dikupas dari laman linksehat.com.

Apa Itu makanan organik? Makanan organik adalah makanan yang dihasilkan atau ditanam tanpa penambahan hormon pertumbuhan, antibiotik, pestisida atau bahan kimia lain, dan GMO (genetically modified organisms).


Untuk mendapatkan label organik, suatu makanan harus bebas dari bahan tambahan pangan, seperti pengawet, pemanis, perasa, pewarna, dan penyedap rasa MSG (monosodium glutamate).


Tanaman yang ditanam secara organik menggunakan pupuk alami seperti kotoran hewan untuk meningkatkan pertumbuhan.


Sedangkan hewan yang dibesarkan secara organik tidak diberi tambahan antibiotik maupun hormon pertumbuhan.


Pertanian secara organik cenderung dapat meningkatkan kualitas tanah dan air tanah.


Hal ini dapat mengurangi polusi dan berpengaruh baik terhadap lingkungan.


Jenis makanan organik yang paling umum dibeli yaitu buah, sayur, produk daging, dan susu.


Produk makanan olahan yang organik, antara lain, kue, minuman ringan, dan makanan pengganti daging.

Syaratnya tetap sama, tidak boleh mengandung hormon pertumbuhan, antibiotik, pestisida atau bahan kimia lain, GMO, dan bahan tambahan pangan seperti pemanis, pengawet, persia, pewarna, dan MSG.

Kelebihan makanan organik adalah :


1. Mengandung tinggi antioksidan dan vitamin
Beberapa studi menunjukkan bahwa makanan organik umumnya memiliki tinggi antioksidan, vitamin C, zat besi, dan zinc.


Bahkan, kadar antioksidan pada makanan organik bisa mencapai 69 persen lebih tinggi daripada makanan nonorganik.


Sebuah studi pada 2003 menunjukkan bahwa buah beri dan jagung yang ditanam secara organik bisa mengandung 58 persen zat antioksidan lebih banyak, serta 52% vitamin C yang lebih tinggi.


Tanaman organik tidak mendapatkan semprota pestisida untuk melindungi diri.


Karena itu, tanaman organik memproduksi sendiri senyawa antioksidan untuk melindungi diri.

Ini yang menyebabkan tanaman organik dapat mengandung lebih banyak zat antioksidan.


2. Memiliki tingkat nitrat yang lebih rendah
Tanaman organik memiliki kandungan nitrat yang lebih rendah.


Sebuah studi menunjukkan bahwa tanaman organik memiliki 30 persen zat nitrat yang lebih rendah daripada tanaman non organik.


Semakin banyak nitrat, maka akan semakin meningkatkan resiko terkena kanker.


3. Rendahnya kadar kadmium yang berbahaya
Kadmium merupakan bahan kimia beracun yang secara alami terdapat di tanah dan diserap oleh tanaman.

Sebuah studi menyatakan bahwa dalam biji organik terdapat kadar kadmium yang lebih rendah dibandingkan dengan biji konvensional.


Hal ini dapat disebabkan karena tidak adanya penggunaan pupuk sintetis dalam pertanian secara organik.


4. Tanpa pestisida pada buah dan sayur
Buah dan sayur yang ditanam secara organik memiliki sisa pestisida yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan buah dan sayur yang ditanam secara konvensional.

Hal ini disebabkan karena pada pertanian organik, tidak dibolehkan menggunakan pestisida.


Namun, pada pertanian organik tetap mengandung residu pestisida yang disebabkan oleh cemaran pestisida dari pertanian konvensional.


5. Profil asam lemak yang lebih baik pada produk susu dan daging organik
Susu dan produk susu organik mungkin mengandung kadar asam lemak omega 3, zat besi, vitamin, dan zat karotenoid yang lebih tinggi dibandingkan susu non organik.


Pada daging organik juga mengandung asam lemak omega 3 yang lebih tinggi dan kadar lemak jenuh yang lebih rendah daripada daging pada umumnya.


Tingginya kadar asam lemak omega 3 dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, seperti dapat mengurangi resiko penyakit jantung.


6. Pertanian organik cenderung lebih baik untuk lingkungan
Pertanian organik dapat mengurangi polusi,meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi erosi tanah, menghemat air, dan menggunakan energi yang lebih sedikit.


Pertanian tanpa pestisida sintetis lebih baik untuk kesehatan hayati.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#makanan organik #tanaman organik #hormon pertumbuhan