RADARTUBAN-Jangan sepelekan memegang tangan kekasih yang tengah sakit!
Dilansir dari doktersehat.com, pegangan merupakan serangkaian reaksi fisiologis yang luar biasa dalam menanggapi perasaan orang lain.
Studi yang dipimpin Pavel Goldstein berfokus pada bagaimana sinkronisitas fisiologis ini berpengaruh saat salah satu pasangan sakit dan pasangannya menghibur.
Studi tersebut menunjukkan bahwa memegang tangan pasangan dapat mengurangi rasa sakit mereka sekaligus meningkatkan rasa empati.
Bahkan, pegangan tangan menyebabkan denyut jantung dan respirasi pasangan menjadi sinkron.
Fenomena ini disebut sinkronisasi interpersonal.
Goldstein memilih fokus pada pola gelombang otak dan bagaimana perilaku mereka saat pasangan mencoba untuk meringankan rasa sakit satu sama lain.
Pegangan tangan menghubungan antar-otak bisa mengurangi rasa sakit.
Sebaliknya, jika pasangan tidak berpegangan tangan saat pasangannya kesakitan, gelombang otak mereka berhenti berpasangan.
Selain itu, para peneliti menguji tingkat empati pasangan pria yang mengungkapkan bahwa empati tinggi berkorelasi dengan pasangan otak yang lebih hebat.
Temuan peneliti menunjukkan bahwa memegang tangan selama merasakan nyeri meningkatkan hubungan antar-otak dalam jaringan, langsung pada sumber rasa sakit dan belahan otak pengamat rasa sakit.
Sentuhan antara dua individu mungkin mengaburkan batas antara diri dan orang lain.
Peneliti menekankan betapa kuatnya sentuhan manusia dalam mengurangi rasa sakit.
Jadi, sentuhan seseorang kepada orang yang sayangi entah itu orangtua, saudara atau pasangan, bisa mengurangi rasa sakit.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri