RADARTUBAN-Pekerjaan atau aktivitas tertentu Anda menuntut begadang sepanjang malam hingga dini hari?
Sebaiknya Anda mempertimbangkan karena begadang, sebagaimana dilansir dari linksehat.com, tidak hanya mengganggu ritme sirkadian tubuh, sehingga memengaruhi fungsi mental dan tingkat energi keesokan harinya.
Terlalu sering begadang juga bisa menyebabkan masalah tidur dan berdampak panjang bagi kesehatan.
Idealnya, orang dewasa membutuhkan sekitar 7 sampai 8 jam tidur sehari.
Berikut sepuluh risiko jika jam tidur tidak terpenuhi:
1. Hipertensi
Tidur membantu tubuh Anda mengatur hormon yang menyebabkan stres.
Kurang tidur dalam jangka panjang berisiko meningkatkan tekanan darah atau hipertensi, meningkatkan detak jantung, dan peradangan.
2. Serangan Jantung dan Stroke
Kurang tidur dapat menyebabkan banyak masalah kardiovaskular yang fatal, seperti serangan jantung dan stroke.
Ini karena kurang tidur dapat mengganggu bagian otak yang mengontrol sistem peredaran darah atau berpotensi menyebabkan peradangan yang memicu penggumpalan darah.
3. Menambah Berat Badan dan Obesitas
Kurang tidur berkaitan dengan jumlah hormon kortisol lebih tinggi pemicu kecemasan, stres, dan frustasi.
Akibatnya, lebih sering makan dan dapat menimbulkan kebiasaan makan yang buruk.
Ada pun hormon ghrelin yang diproduksi di perut dikaitkan dengan efek jangka panjang dari begadang.
Kelebihan ghrelin bisa membuat orang merasa lebih lapar, sehingga berdampak negatif pada metabolisme tubuh dan kebiasaan makan yang berdampak pada kenaikan berat badan hingga obesitas.
4. Diabetes
Kurang tidur dapat mengganggu tubuh untuk memproses glukosa yang digunakan sel sebagai bahan bakar dan jumlah insulin yang diproduksi tubuh.
Inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu diabetes tipe 2.
5. Depresi dan Kecemasan
Penderita depresi seringkali memiliki jadwal tidur yang tidak teratur.
Siklus tidur dan pengaturan suasana hati keduanya diatur oleh hormon melatonin.
Namun, kadar melatonin yang lebih rendah sering ditemukan pada orang yang menderita depresi dan insomnia.
Kecemasan dan serangan panik juga bisa menjadi reaksi umum saat seseorang kekurangan tidur dalam waktu lama.
6. Kerusakan Fungsi Otak
Ketika otak tidak cukup beristirahat dalam jangka waktu lama, kemampuan mental dapat menurun secara drastis.
Begadang berpengaruh pada kemampuan berkonsentrasi, keterampilan memecahkan masalah, kemampuan mengatur emosi, dan membuat keputusan.
Orang yang kurang tidur juga memiliki masalah dengan keseimbangan, refleks, dan keterampilan motorik, akibatnya mereka cenderung melukai diri sendiri.
7. Ingatan Menurun
Tidur sangat penting untuk memberi waktu istirahat pada otak dan memasukkan informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Karena itu, tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kualitas memori Anda.
8. Defisiensi Sistem Kekebalan Tubuh
Sistem kekebalan tubuh bekerja paling baik saat Anda cukup tidur.
Kurang tidur dalam waktu lama menyebabkan reaksi yang mirip dengan stres tingkat tinggi yang dapat menurunkan respons antibodi dan membuat tubuh lebih rentan terkena virus, bahkan flu biasa.
9. Masalah Kesuburan
Gangguan tidur tidak hanya dapat menurunkan libido, namun juga berdampak buruk bagi kesuburan dan kehamilan.
Itu karena bagian otak mengontrol ritme sirkadian juga mengatur pelepasan hormon reproduksi.
Tidur kurang dari tujuh jam secara teratur dapat menurunkan kadar testosteron dan hormon yang memicu ovulasi, sehingga sulit mencapai pembuahan.
10. Gangguan Psikiatri
Beberapa orang yang kurang tidur dalam waktu lama mengalami gejala termasuk disorientasi, paranoid, dan halusinasi.
Jenis gejala ini terkadang dikaitkan dengan skizofrenia.
Skizofernia adalah gangguan jiwa yang serius, di mana penderitanya menafsirkan realitas secara tidak normal.
Skizofrenia dapat menyebabkan beberapa kombinasi halusinasi, delusi, dan pemikiran serta perilaku yang sangat tidak teratur. Hal ini dapat mengganggu fungsi sehari-hari.(ds)