Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

3 Cara Menurunkan Berat Badan tanpa Obat dan Suplemen Nutrisi

Dwi Setiyawan • Senin, 4 Maret 2024 | 18:09 WIB
Diet harus dengan cara yang sehat.
Diet harus dengan cara yang sehat.


RADARTUBAN - Ingin mendapatkan berat badan ideal?


Umumnya, pola diet tersebut pada pemilihan dan pembatasan jenis makanan tertentu, obat-obatan, dan mengonsumsi suplemen nutrisi tertentu.


Ahli di laman honestdocs.id menyarankan metode diet intermittent fasting, yakni pola diet sehat dengan menjaga pengaturan jadwal pola makan dan puasa dengan porsi yang tepat.


Dengan metode ini, tidak perlu membatasi jenis makanan yang harus dikonsumsi dan dihindari.


Intermittent fasting tak hanya membantu mendapatkan berat badan ideal, namun juga menjaga kesehatan tubuh.


Manfaat tersebut, meningkatkan hormon pertumbuhan, meningkatkan proses metabolisme tubuh, membantu memperbaiki sel-sel tubuh, membakar kalori lebih banyak, dan menurunkan kadar lemak yang menumpuk.


Manfaat lain, membantu mengurangi risiko terjadinya peradangan, membantu meningkatkan hormon pada otak dan mencegah Alzheimer, membantu menurunkan kadar kolesterol, serta menjaga kesehatan jantung.


Berikut tiga pilihan intermittent fasting yang bisa diikuti dan disesuaikan dengan kondisi tubuh:


1. Metode 16/8
Metode ini membagi jadwal makan menjadi 16 jam waktu puasa dan 8 jam waktu makan.

Jadi, Anda diperbolehkan untuk makan apa pun pada pagi hari (selama 8 jam). Setelah itu, Anda harus berpuasa selama 16 jam dengan tidak boleh mengonsumsi makanan apa pun.


2. Metode Eat-Stop-Eat
Metode diet puasa eat-stop-eat adalah menjalani puasa selama 24 jam sebanyak 1-2 kali dalam seminggu.


Tetap diperkenankan mengonsumsi makanan berat dalam suatu waktu, lalu menjalani puasa selama 24 jam atau sehari setelahnya, kemudian boleh mengonsumsi makanan kembali.


3. Metode 5:2
Metode ini hanya membolehkan makan dalam porsi kecil (hanya 25 persen dari jumlah kalori harian) selama 2 hari tertentu dan mengonsumsi makanan dalam porsi normal selama 5 hari lain dalam seminggu.


Jadi, Anda hanya boleh makan sekitar 500-600 kalori dalam sehari dan dilakukan sebanyak 2 kali seminggu, sementara di 5 hari lainnya, Anda bisa makan seperti biasa.


Dari 3 metode intermittent fasting tersebut, metode 16/8 merupakan pilihan paling sering dilakukan demi menunjang terbentuknya berat badan ideal.


Cara diet sehat tersebut dianggap paling sederhana dan dapat dilakukan terus menerus secara berkelanjutan.


Metode intermittent fasting bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda.


Terlepas dari segala manfaatnya, efek samping dari intermittent fasting adalah meningkatnya rasa lapar yang dapat berdampak pada kekuatan otak dan fisik, bahkan memengaruhi aktivitas harian.


Meski efek tersebut biasanya hanya bersifat sementara sampai a mampu beradaptasi dengan pola makan diet dijalani.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#metode #diet #berat badan ideal #Intermittent fasting