Memiliki pengalaman di bidang fotografi, membuat cewek yang akrab disapa Oliv ini konsisten memanfaatkan kemampuannya. Sejak 2010, dia sudah aktif dalam dunia fotografi untuk diunggah ke media sosial (medsos).
‘’SEJAK SMA, sudah suka otak atik kamera. Mulai pakai kamera digicam terus belajar lagi pakai kamera DSLR (digital single lens reflex),” kata cewek berjilbab ini mengawali cerita.
Bahkan saat tren estetik saat itu belum banyak diketahui orang, Oliv sudah mulai sering membagikan foto-foto estetik di medsos miliknya.
Baik dirinya sebagai objek yang dipotret atau pun yang memotret.
‘’Dulu sering jadi keduanya, baik talent atau fotografernya,” imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu, cewek kelahiran 10 Januari 1995 itu mulai menyesuaikan tren medsos yang selalu berkembang.
Termasuk saat fitur baru baru postingan video panjang alias Reels di Instagram juga dia isi dengan konten estetik.
‘’Jadi beralih suka membuat creative content lewat video,” jelasnya.
Lulusan SMAN 5 Tuban tersebut meyakini, kunci dalam membuat konten yang menarik dan menjual adalah mengangkat hal-hal yang paling dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
‘’Konten-konten seperti mengulas baju, skincare, cafe, yang saat ini banyak diminati kalangan muda karena memang kebutuhan,” ujar dia.
Tak berbeda jauh dengan foto, dalam membuat sebuah video, Oliv tetap harus memperhatikan unsur keindahan.
Dia memulai dengan mencari ide dan inspirasi di berbagai sumber. Tujuannya, agar video yang dibuatnya bisa dinikmati dan memberikan informasi yang layak.
‘’Walaupun ribet, tapi aku enjoy buatnya karena memang suka,” tambah oliv.
Dengan menampilkan konten eye catching, semakin banyak pengguna Instagram yang tertarik untuk mengikuti. Sehingga Oliv memanfaatkan momen tersebut untuk menjadi peluang bisnis.
Dengan mengikuti program affiliate dari berbagai online store seperti Shopee dan Tiktok Shop.
Dengan rutin membagikan konten estetik, akan menarik followersnya untuk membuka profilnya.
Saat itu, dia memajang beragam link produk yang diharapkan mampu mendongkrak pembelian afiliasi tersebut.
‘’Alhamdulillah, bisa menambah penghasilan,” pungkasnya.
Oliv menuturkan, program affiliate yang dia jalani belum terlalu ditelateni. Lantaran, dia harus membagi waktu dengan pekerjaannya yang lain.
‘’Rencananya, ingin lebih fokus dengan membuat konten tentang affiliate,” harap dia. (zia/yud)
Editor : Amin FauzieSumber : Radar Tuban