RADARTUBAN - Kecerdasan tidak hanya sekadar kemampuan untuk memecahkan masalah kompleks, namun juga tentang bagaimana cara kita berinteraksi dengan situasi baru dan menggunakan pengetahuan untuk memahami lingkungan di sekitar kita.
Dan kecerdasan juga tidak selalu terukur dari skor Intelligence Quotient (IQ) atau prestasi akademik.
Tanpa kita sadari, seringkali kecerdasan tersebut termanifestasi dalam tindakan dan kebiasaan sehari-hari.
Kecerdasan juga tak bisa diukur dengan mata telanjang, butuh alat dan metode tes secara khusus.
Artikel ini mengungkapkan tanda yang menurut psikologi dan para peneliti, dapat menandakan tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Kita akan mempelajari bagaimana ciri-ciri tersebut mencerminkan kecerdasan yang mendalam dan sering kali tidak terduga.
Para psikologi dan peneliti telah menghubungkan orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata mempunyai beberapa kebiasaan unik. Apa sajakah itu? Berikut paparannya.
1. Cenderung Berantakan
Orang-orang yang yang hidup di lingkungan yang berantakan biasanya lebih banyak memiliki ide kreatif daripada mereka yang berada di tempat yang rapi. Hal itu telah ditemukan dalam sebuah eksperimen dari University of Minnesota.
Diungkapkan pula oleh profesor Cornell Robert J. Sternberg, kecerdasan merupakan kemampuan seseorang untuk belajar dari pengalaman, beradaptasi dengan situasi baru, kemampuan memahami dan menangani konsep abstrak, serta menggunakan pengetahuan untuk memahami seseorang.
Bahkan, usut punya usut, orang-orang jenius seperti Mark Twain, Thomas Alva Edison, hingga Steve Jobs punya meja kerja yang berantakan.
Jadi, jika meja kerja kamu sering berantakan, belum tentu pertanda kamu malas, bisa jadi kamu termasuk orang yang cerdas.
2. Sering Begadang
Bagi sebagian orang, mungkin tidak rela mengorbankan waktu tidurnya. Namun beda bagi mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, biasanya mereka cenderung memiliki jam tidur yang lebih sedikit.
Bahkan, mereka lebih senang dengan suasana malam yang cenderung hening untuk berpikir dan merancang sesuatu.
3. Tidur terlalu lama
Tidur terlalu lama juga menjadi ciri bagi orang-orang yang cerdas. Hal ini disebabkan karena mereka suka menghabiskan waktu hingga larut malam untuk merenungkan berbagai pikiran atau ide.
Dan karena mereka selalu terlibat dalam pemikiran yang mendalam atau kreatif tersebut, membuat mereka sulit tidur tepat waktu.
Bahkan, dilansir dari luchat8.com, kebiasaan ini juga dilakukan oleh seorang jenius seperti Albert Einstein. Dia punya kebiasaan tidur setidaknya selama 10 jam setiap hari. Bedanya ia melakukan kebiasaan tidur tersebut di malam hari. Dan ia memilih meluangkan waktu untuk tidur siang yang singkat.
4. Suka Mencoret-Coret
Sebuah sains membuktikan bahwa seseorang yang suka mencoret-coret, ia sedang mengaktifkan korteks prefrontal otak yang bertanggung jawab untuk memecahkan masalah, menggunakan logika, memori, dan fokus.
Nah, jika kamu punya kebiasaan mencoret-coret buku catatan dengan gambar konyol misalnya,Itu belum tentu kamu lagi kurang kerjaan, bisa jadi kamu termasuk dalam golongan ini.
Tapi beda loh dengan mencorat-coret dinding bangunan orang lain, itu vandalisme guys.
5. Pelupa
Orang pelupa tak selalu identik bahwa dia sudah pikun.
Bagi seseorang yang cerdas, otak mereka secara otomatis dapat menyaring informasi yang dianggap tidak penting, dan melupakannya.
6. Menikmati Sarkasme
Untuk memahami sarkasme atau pernyataan ironis untuk mengejek membutuhkan ketangkasan mental tertentu. Dan hal tersebut biasanya dimiliki orang-orang yang cerdas, mereka menikmati humor sarkasme tersebut.
Bahkan menurut sebuah penelitian, sarkasme adalah tentang meningkatkan pemecahan masalah secara kreatif dan menandakan sebuah pemikiran yang tajam.
7. Menunda Pekerjaan (Procrastination)
Bagi sebagian orang beranggapan bahwa menunda pekerjaan adalah sesuatu yang buruk, namun kebiasaan ini justru dilakukan oleh orang cerdas.
Dikutip dari Cultura Colectiva, seseorang yang menunda tugas atau pekerjaan, belum tentu karena mereka malas atau tidak bertanggung jawab.
Hal tersebut disebabkan otak mereka sedang mencari cara yang lebih efisien atau lebih tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, alias mencari solusi yang lebih baik.
8. Selalu terlambat
Orang yang cerdas sering memiliki kebiasaan terlambat.
Namun, dalam keterlambatannya, biasanya mereka memiliki optimisme dan tambahan untuk berpikir melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Semisal saat mereka menghadapi situasi kemacetan di jalan. Mereka selalu mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat, seperti bekerja atau mengerjakan proyek yang mereka miliki.
Jadi jika anda sering terlambat karena lagi ada kegiatan lain, itu wajar karena mungkin berkaitan dengan optimisme dan fokus pada tujuan anda.
9. Sering bertengkar
Saat bertengkar, biasanya orang-orang certas tidak terlibat dalam argumen yang tidak masuk akal dan memaksakan pendapat kepada orang lain, namun justru mencari cara untuk memahami dan menghargai sudut pandang yang berbeda dari mereka sendiri.
Mereka melihat pertengkaran sebagai kesempatan untuk memperluas pemahaman mereka tentang suatu topik atau masalah.
Juga menjadi cara bagi mereka untuk belajar dan mendapatkan wawasan baru, bukan hanya untuk mendominasi atau membuktikan kesalahan orang lain.
10. Selera Humor yang Tinggi
Humor adalah cara yang tepat untuk mengatasi stres dan membangun hubungan dengan orang lain. Hal tersebut mencerminkan kecerdasan linguistik dan kemampuan untuk bermain dengan kata-kata.
Seseorang yang memiliki rasa humor yang tinggi biasanya cepat memahami situasi sosial dan tanggap melihat keunikan dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk membuat orang lain tertawa dibutuhkan tingkat kecerdasan sosial yang tinggi. Hal tersebut seringkali juga dikaitkan dengan kepemimpinan yang efektif dan keterampilan interpersonal yang kuat.
Nah, itulah sepuluh kebiasaan unik orang-orang yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Apakah Anda termasuk salah satunya?
Semoga artikel ini membantu Anda memahami perspektif baru tentang kecerdasan dan menginspirasi Anda untuk melihat potensi yang ada dalam diri Anda dan orang lain. (*)
Editor : Amin Fauzie