Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penelitian Ungkap Karyawan Rela Gaji Lebih Rendah Asalkan Bisa Bekerja dari Mana Saja

Daffa Maheswara Iswidono • Selasa, 8 Oktober 2024 | 22:00 WIB
Ilustrasi meja kerja yang kosong.
Ilustrasi meja kerja yang kosong.

RADARTUBAN - Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa karyawan di bidang pengetahuan (knowledge workers) lebih memilih fleksibilitas lokasi kerja meski harus menerima gaji yang lebih rendah.

Tren ini mencerminkan kebutuhan akan pengalaman kerja yang lebih personal dan sesuai dengan gaya hidup mereka.

Laporan dari Hewlett Packard (HP) Work Relationship Index (WRI) 2024 menunjukkan bahwa dua pertiga dari pekerja pengetahuan menginginkan pengalaman kerja yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Menariknya, 87 persen dari mereka bahkan bersedia mengorbankan sebagian gaji mereka demi fleksibilitas tersebut.

Kajian ini menyoroti pentingnya personalized work experience, di mana karyawan merasa lebih terhubung dengan peran mereka di perusahaan ketika diberikan kebebasan bekerja dari mana saja.

Faktor-faktor seperti keseimbangan kehidupan pribadi, alat kerja yang sesuai, dan ekspektasi yang realistis terhadap atasan menjadi penentu utama dalam menciptakan hubungan kerja yang lebih sehat.

Survei ini melibatkan 15.600 responden dari berbagai industri di 12 negara, termasuk Indonesia.

Hasilnya menunjukkan bahwa hanya 28 persen pekerja pengetahuan yang memiliki hubungan sehat dengan pekerjaan mereka.

Meskipun angka ini hanya naik satu poin dari tahun sebelumnya, ada tanda-tanda bahwa fleksibilitas kerja dapat menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan.

Dalam laporan tersebut, HP Inc. menegaskan bahwa pengalaman kerja yang dipersonalisasi dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan, serta bagi kesejahteraan para pekerja.

"Sebanyak 64 persen pekerja pengetahuan menyatakan bahwa jika pekerjaan mereka disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pribadi, mereka akan lebih berkomitmen pada pertumbuhan perusahaan," tulis HP dalam rilisnya.

Selain itu, 69 persen responden percaya bahwa pengalaman kerja yang lebih personal akan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Sebanyak 68 persen pekerja pengetahuan juga mengungkapkan bahwa personalisasi ini membuat mereka lebih nyaman bertahan di perusahaan tempat mereka bekerja.

Yang cukup mengejutkan, mayoritas pekerja pengetahuan (87 persen) menyatakan kesediaannya untuk mengurangi sebagian gaji mereka demi mendapatkan pengalaman kerja yang sesuai dengan preferensi pribadi mereka.

Di Indonesia, survei menunjukkan hasil yang sejalan. Sebanyak 76% pekerja pengetahuan di negara ini merasa bahwa pekerjaan mereka sudah disesuaikan dengan preferensi pribadi.

Selain itu, 87% pekerja pengetahuan di Indonesia percaya bahwa personalisasi tempat kerja akan memperkuat hubungan mereka dengan pekerjaan, sementara 90% pemimpin bisnis mengakui bahwa personalisasi pengalaman kerja dapat memengaruhi keputusan strategis di perusahaan.

Tren ini menandakan pergeseran paradigma dalam dunia kerja, di mana keseimbangan antara fleksibilitas, kenyamanan, dan produktivitas menjadi semakin penting bagi karyawan dan perusahaan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#survei #pengalaman kerja #pengetahuan #karyawan