RADARTUBAN - Di zaman digital saat ini, banyak orang memanfaatkan platform media sosial sebagai sumber penghasilan. Salah satu tren yang sedang naik daun adalah 'ngamen' melalui TikTok.
Kegiatan 'ngamen' di TikTok telah menciptakan suasana unik di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Sejumlah pemuda terlihat bernyanyi di depan dua perangkat mereka, lengkap dengan mikrofon dan soundcard.
Selain berfungsi sebagai cara untuk mendapatkan uang, 'ngamen' secara langsung di TikTok juga menjadi sarana bagi mereka untuk menyalurkan minat dalam bernyanyi. Para kreator konten ini tampil di Banjir Kanal Timur dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
Salah satu kreator konten TikTok, Toni, menceritakan bagaimana ia mulai 'ngamen' di TikTok setelah kehilangan pekerjaan dari kantornya.
“Sebelumnya saya bekerja di Rumah Sakit, kemudian di-PHK. Itu belum sebulan setelah menikah, saya mendapat kabar dari kantor bahwa kontrak tidak diperpanjang. Setelah itu, saya mencoba jadi ojek online, dan bertemu penumpang yang suka live di sini. Lama-lama, setelah orderan sepi, saya diajak ikut di sini,” ungkap Toni Nababan saat ditemui Bloomberg Technoz di Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (9/10/2024).
Toni mengungkapkan bahwa ia bisa menghasilkan sekitar Rp200.000 setiap harinya dari 'ngamen' live di TikTok.
“Sesepi-sepinya, penghasilan dua ratus ribu, pernah dalam setengah jam dapat Rp3,8 juta berkat pengirim TikTok Universe. Waktu itu saya menyanyikan lagu 'Telur Bayur', lagu klasik,” tambah Toni.
Perjalanan Toni untuk meraih penghasilan di TikTok tidaklah mudah. Dia harus menunggu tiga bulan sebelum bisa melakukan live, dan saat itu jumlah penontonnya hanya satu atau dua orang.
Saat ini, ia berhasil menarik antara 700 hingga 1.000 penonton saat live, meskipun terkadang jumlahnya bisa di bawah 100 viewers. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama