RADARTUBAN - Setelah berecana akan menerapkan kebijakan pemblokiran yang baru, X (sebelumnya Twitter) kembali melakukan hal kontroversial lainnya.
X memperbarui kebijakan privasinya yang memungkinkan "kolaborator" untuk mengakses data pengguna guna keperluan melatih model AI.
Kebijakan yang disebut sebagai Kolaborator Pihak Ketiga tersebut mulai berlaku pada 15 November mendatang.
"Bergantung pada pengaturan Anda, atau jika Anda memutuskan untuk membagikan data Anda, kami dapat membagikan atau mengungkapkan informasi Anda kepada pihak ketiga," tulis X dalam keterangannya dikutip dari Engadget.
"Jika Anda tidak memilih untuk tidak ikut serta, dalam beberapa kasus penerima informasi dapat menggunakannya untuk tujuan independen mereka sendiri selain yang dinyatakan dalam Kebijakan Privasi X, termasuk, misalnya, untuk melatih model kecerdasan buatan mereka, baik yang generatif maupun yang lainnya," lanjut X.
Meskipun pengguna dapat memilih untuk tidak ikut serta dalam perubahan kebijakan ini, namun tidak jelas bagaimana caranya.
Hanya saja perubahan terhadap kebijakan ini masih dapat terus terjadi hingga masa pemberlakuannya pada 15 November. Jika hal ini diterapkan, X akan mendapatkan aliran pendapatan baru yang sangat signifikan terlebih melihat minat pengiklan yang semakin menurun.
Kebijakan kontroversial X tidak hanya berhenti disitu saja. Pengguna dapat dikenai denda 15 ribu dollar atau sekitar 200 juta rupiah jika melihat dan mengakses lebih dari satu juta postingan per harinya. X menganggap denda tersebut sebagai ganti rugi terhadap perusahaan.
Perubahan kebijakan yang terkesan nyleneh ini membuat rivalnya, Blue Sky kembali kebanjiran pengguna baru. Platform sosial media tersebut dikatakan telah mendapatkan satu juta pengguna.
"bluesky yang mendapatkan lebih dari 1 juta pengguna baru membuatku berpikir tentang bagaimana langit selalu biru saat aku bersamamu. Aku seperti diterpa sejuta kupu-kupu saat melihatmu. Ngomong-ngomong, kamu tidak perlu membalas... tapi mungkin bertemu denganmu di bluesky?" tulis Blue Sky di akun resminya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama