RADARTUBAN - Buntut dari pernyataan Natalius Pigai yang meminta anggaran bagi Kementerian HAM sebesar Rp 20 triliun, anggota DPR RI Komisi XIII dari fraksi PDI Perjuangan Yasonna Laoly meminta Natalius untuk realistis.
Menurut Yasonna, semangat Natalius sangat patut diapresiasi. Meskipun begitu, menurut Yasonna, dalam mengajukan anggaran juga perlu realistis.
"Sejak awal tentunya tadi dengan penjelasan latar belakang sebagai aktivis orang yang berjuang di jalur HAM semangatnya cukup baik dan kita apresiasi tapi semangat aja nggak cukup pak menteri, dari pengalaman-pengalaman. Realitas juga kita harus lihat," kata Yasonna, dikutip dari kompas.com, Jum'at (1/11).
Menurut mantan Menteri HAM atau Menkumham tersebut, keadaan akan mempengaruhi defisit anggaran, seperti konflik dunia yang juga akan memengaruhi perekonomian. Maka, menurut Yasonna, Natalius juga harus mempertimbangkan hal tersebut.
Perencanaan anggaran dilakukan sebagai proses dalam melibatkan penentuan dan alokasi sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan tertentu.
Maka, berikut adalah beberapa tips merancang anggaran yang efektif, yang telah dirangkum penulis dari prudential.co.id.
1. Menetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan adalah bagian dari proses penganggaran keuangan. Tujuan menjadi penting untuk dipastikan agar anggaran yang direncanakan dapat memperoleh hasil akhir yang maksimal.
Selain itu, tujuan juga digunakan sebagai upaya menetapkan langkah-langkah kecil selanjutnya dalam mewujudkan tujuan.
2. Membuat Rincian Pengeluaran
Rincian pengeluaran diperlukan untuk mengetahui dengan seksama pengeluaran yang akan digunakan. Selain itu, pengeluaran juga diharuskan tidak melebihi pemasukan.
Membuat rincian pengeluaran dapat dilakukan dengan cara identifikasi pengeluaran yang tetap, seperti sewa, tagihan utilitas, dan pembayaran utang serta kebutuhan lainnya.
3. Memantau dan Mengecek Kembali Anggaran
Keadaan atau kondisi akan memengaruhi kebutuhan, oleh karena itu anggaran perlu dipantau dan dicek secara berkala untuk tetap menyesuaikan keadaan secara realistis.
Keadaan yang tidak terduga sesekali memerlukan anggaran diluar dari penganggaran yang dilakukan. Oleh karena itu, setiap orang perlu menyesuaikan situasi dan kondisi yang realistis.
Meski begitu, proses budgeting berfungsi sebagai upaya untuk memandu mewujudkan tujuan yang hendak dicapai, agar lebih mudah dan terstruktur. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama