Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Konsumsi Susu Mentah Jadi Tren di Amerika Serikat, Apa Ada Risiko Jika Dikonsumsi Tanpa Pasteurisasi?

Alifah Nurlias Tanti • Jumat, 27 Desember 2024 | 23:34 WIB
ilustrasi susu mentah yang tengah menjadi tren di Amerika Serikat
ilustrasi susu mentah yang tengah menjadi tren di Amerika Serikat

RADARTUBAN- Konsumsi susu mentah menjadi tren di di Amerika Serikat sejak Robert F. Kennedy Jr. secara terbuka menentang regulasi FDA (yang setara dengan BPOM di Indonesia) yang melarang konsumsi susu mentah.

Dalam berbagai kesempatan, Kennedy mengungkapkan bahwa jika terpilih sebagai Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan dalam pemerintahan kedua Donald Trump, dia akan memfasilitasi legalisasi susu mentah di tingkat federal.

Pada awal tahun 2024, penjualan susu mentah melonjak hingga 65 persen. Pendukungnya di media sosial menyebut susu mentah sebagai sumber nutrisi yang kaya probiotik, yang diklaim dapat mendukung pencernaan, membersihkan kulit, menyeimbangkan hormon, dan memperbaiki jaringan otot.

Menurut laporan New York Post pada 10 Desember 2024, Lisa Clark, seorang praktisi terapi nutrisi dari Texas, menyatakan bahwa dia dan suaminya mengonsumsi empat galon susu mentah setiap minggu. Clark menekankan bahwa dia tidak pernah mengalami efek samping negatif dan percaya ada cara aman untuk menikmati susu mentah.

"Susu mentah sangat mudah dicerna bagi saya. Saya juga menderita intoleransi laktosa saat kecil dan sering mengalami reaksi buruk terhadap produk susu pasteurisasi. Namun, kini saya hidup sehat dengan mengonsumsi produk susu mentah."

Annemarie Sullivan, seorang petani berkelanjutan sekaligus distributor susu mentah di Texas, juga mengungkapkan pengalamannya. Dia telah mengonsumsi susu mentah sejak remaja dan tidak pernah mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan susu tanpa proses pasteurisasi.

"Bagi saya, ini adalah sumber energi yang seimbang," katanya kepada The Post.

Dia menambahkan bahwa banyak orang yang membagikan pengalaman positif mereka tentang susu mentah, termasuk dalam menyembuhkan masalah kulit dan mempercepat pemulihan setelah berolahraga.

"Ini memberikan dorongan energi yang lebih sehat dan stabil dibandingkan minuman energi atau kopi," tambahnya.

Namun, seorang dokter spesialis penyakit menular memperingatkan bahwa mengonsumsi susu mentah yang belum dipasteurisasi dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti muntah, diare, hingga kematian.

Pasteurisasi, yang mulai diterapkan di Amerika Serikat pada awal abad ke-20, adalah proses pemanasan susu pada suhu tertentu untuk membunuh bakteri dan organisme berbahaya.

Mengenai klaim manfaat probiotik dalam susu mentah, dokter tersebut menjelaskan bahwa probiotik hanya dapat ditemukan jika susu sudah terkontaminasi secara signifikan.

Meski manusia telah mengonsumsi susu hewani selama sekitar 10. 000 tahun, dalam banyak kasus susu tersebut diminum dalam keadaan mentah, sebelum teknologi pasteurisasi dikenal.

Lisa Clark dan Annemarie Sullivan meyakini bahwa, meskipun pasteurisasi memiliki relevansi di masanya, kondisi saat ini telah berubah. Mereka berpendapat bahwa susu mentah memiliki manfaat yang jauh lebih berkualitas dibandingkan susu yang telah dipasteurisasi. "Pasteurisasi adalah solusi abad ke-19 untuk masalah di zamannya," ujar Clark.

Dia menyakini manfaat susu mentah berkualitas jauh lebih besar daripada risikonya. Dengan pengetahuan dan peralatan modern, kita dapat memproduksi susu mentah yang aman dan berkualitas tinggi. Kuncinya adalah menemukan produsen yang terpercaya.

Sullivan juga sependapat dengan Clark. Dia menjelaskan bahwa pada awal hingga pertengahan abad ke-20, standar produksi susu belum seketat sekarang.

"Mereka menemukan bahwa memanaskan susu dapat membunuh bakteri, dan saya kira itu dianggap solusi yang lebih mudah dibandingkan menangani akar masalah, seperti kesehatan sapi perah, kondisi kandang yang tidak higienis, kurangnya protokol kebersihan yang ketat, serta kesehatan tanah dan hewan secara menyeluruh," jelas Sullivan.

Syed mengingatkan bahwa mengonsumsi susu mentah dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Masalah ini bisa berkisar dari gejala ringan seperti sakit perut, muntah, dan diare, hingga kondisi yang lebih parah seperti diare berkepanjangan, dehidrasi berat, gagal ginjal, bahkan risiko kematian.

Dia juga menekankan bahwa probiotik yang terdapat dalam susu biasanya berasal dari tambahan, bukan dari proses alami.

Menurutnya, kontaminasi bisa terjadi di berbagai tahapan saat pemerahan, karena bakteri dapat ditemukan di mana saja, mulai dari ambing sapi hingga tangan peternak. Syed juga mencatat bahwa baru-baru ini terdeteksi wabah flu burung pada sapi perah, yang hanya menambah risiko kesehatan.

"Susu mentah menjadi ancaman nyata," tegasnya, sambil menambahkan bahwa CDC telah memberikan peringatan mengenai kemungkinan penularan penyakit akibat konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Robert F Kennedy Jr #pasteurisasi #Amerika Serikat #kennedy #susu mentah