RADARTUBAN - Mulai 1 Januari 2025, dunia resmi memulai babak baru dengan tanda lahirnya Generasi Beta (Gen Beta). Generasi ini mencakup anak-anak yang lahir mulai tahun 2025 hingga 2039.
Sebutan Gen Beta diambil dari bahasa Yunani, melanjutkan generasi sebelumnya, Gen Alpha, yang terdiri dari anak-anak kelahiran 2010 hingga 2024.
Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, tepat pada hari pertama tahun baru ini, tujuh bayi lahir di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus. Bayi-bayi ini, yang menjadi bagian awal Gen Beta, terdiri dari empat bayi perempuan dan tiga bayi laki-laki. Dari jumlah tersebut, dua bayi lahir secara normal, sementara lima lainnya melalui operasi caesar.
Kepala Unit Humas dan Marketing RS Aisyiyah Kudus, dr. Rizky Ernita Irawati, mengungkapkan bahwa enam bayi dalam kondisi sehat dan sedang dirawat bersama ibu masing-masing. "Alhamdulillah, enam bayi dalam kondisi sehat dan saat ini sedang dalam perawatan bersama ibu masing-masing," ujar dr. Rizky saat ditemui pada Rabu (1/1/2025).
Namun, ada satu bayi yang membutuhkan perawatan intensif di Ruang Perinatalogi untuk memastikan kondisinya stabil. Di sisi lain, para ibu juga dilaporkan dalam kondisi baik. Bagi ibu yang menjalani persalinan normal, proses pemulihan berjalan seperti biasa, sedangkan yang melalui operasi caesar masih mendapat perawatan intensif untuk pemulihan optimal.
Generasi Beta menjadi generasi pertama yang hidup sepenuhnya di abad ke-21. Generasi ini diproyeksikan akan sangat terbiasa dengan teknologi canggih, seperti kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk media sosial dan interaksi daring.
Menurut laporan United Nations International School of Hanoi, Gen Beta kemungkinan besar akan memiliki keinginan tinggi untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan guna menghadapi persaingan pasar kerja yang semakin kompleks.
Heather Dretsch, asisten profesor pemasaran di North Carolina State University, menjelaskan bahwa penelitian tentang generasi memainkan peran penting dalam dunia bisnis. “Menjadi penting bagi bisnis untuk beradaptasi dengan perilaku konsumen yang berubah ini," ungkap Heather, seperti dikutip dari ABC News.
Dia menambahkan bahwa memahami pola interaksi generasi baru dengan merek dan lingkungan akan membantu industri dalam menciptakan strategi pemasaran yang relevan.
Pembagian generasi ini tidak hanya berdasarkan tahun kelahiran, tetapi juga dipengaruhi oleh peristiwa besar, teknologi, dan transformasi sosial yang membentuk karakter, nilai, dan perilaku mereka.
Generasi Beta melanjutkan estafet dari enam generasi sebelumnya, yang dimulai sejak kelahiran generasi pertama pada 1901.
Dengan karakteristik unik yang terbentuk dari perkembangan teknologi dan sosial masa kini, mereka diharapkan dapat membawa perubahan positif di berbagai bidang kehidupan.
Dengan lahirnya tujuh bayi di Kudus sebagai simbol awal generasi baru ini, dunia siap menyambut peran mereka dalam membentuk masa depan yang lebih maju.
Kelahiran ini menjadi momen penting tidak hanya bagi para keluarga, tetapi juga bagi masyarakat global yang menantikan inovasi dan perubahan yang akan dihadirkan oleh Generasi Beta. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama