RADARTUBAN - Hati-hati! 12 pekerjaan ini diprediksi hilang pada 2030. Dua pekerjaan yang diprediksi hilang pertama kali yakni di bidang desain grafis dan akuntansi.
Keduanya diprediksi akan semakin berkurang dan bahkan menghilang mulai tahun 2030.
Hal ini berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) dalam Future of Jobs Report 2025, yang mengungkapkan adanya penurunan tenaga kerja di beberapa profesi akibat pesatnya perkembangan teknologi dan otomatisasi.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kemajuan perangkat lunak desain dan template siap pakai membuat orang tanpa latar belakang desain grafis mampu membuat konten visual secara mandiri.
Hal ini berpotensi mengurangi permintaan terhadap desainer grafis profesional dalam beberapa tahun mendatang.
Senada dengan itu, profesi akuntan dan auditor juga diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan.
Otomatisasi dalam sistem keuangan dan akuntansi memungkinkan berbagai proses dilakukan oleh perangkat lunak canggih, mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia dalam bidang tersebut.
Secara keseluruhan, laporan WEF memperkirakan bahwa sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang akibat tren makroekonomi dan perkembangan teknologi.
Selain desainer grafis dan akuntan, berikut daftar profesi lain yang diprediksi akan mengalami penurunan drastis atau bahkan hilang pada tahun 2030:
1. Pekerja percetakan – Peralihan ke media digital mengurangi permintaan terhadap layanan percetakan tradisional.
2. Pekerja entri data/admin – Teknologi otomatisasi dan AI menggantikan tugas-tugas entri data.
3. Kasir dan petugas tiket – Penggunaan sistem self-checkout dan tiket online semakin meningkat.
4. Petugas informasi dan layanan pelanggan – Chatbot dan AI menggantikan peran manusia dalam layanan pelanggan.
5. Asisten administrasi dan sekretaris – Digitalisasi membuat banyak tugas administratif lebih mudah dikelola tanpa asisten manusia.
6. Teller bank dan petugas terkait – Perbankan online dan ATM mengurangi kebutuhan akan teller bank.
7. Petugas kebersihan dan asisten rumah tangga – Teknologi pembersihan otomatis mengurangi permintaan tenaga kerja manusia.
8. Petugas keamanan – Sistem pengawasan berbasis AI dan teknologi keamanan canggih mulai menggantikan peran petugas keamanan manusia.
9. Petugas transportasi dan kondektur – Meningkatnya sistem transportasi otomatis mengurangi kebutuhan akan petugas manusia.
10. Pekerja akuntansi dan payroll – Perangkat lunak keuangan menggantikan tugas pembukuan dan penggajian manual.
Transformasi dunia kerja akibat otomatisasi ini menjadi tantangan bagi banyak profesi. Oleh karena itu, pekerja di berbagai bidang diharapkan mulai mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan perkembangan teknologi di masa depan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama