RADARTUBAN – Es teh jumbo kini menjadi fenomena di Solo Raya, menarik perhatian banyak masyarakat sebagai pelepas dahaga di tengah cuaca panas.
Dengan harga yang terjangkau dan berbagai varian rasa, es teh jumbo semakin digemari. Namun, di balik popularitasnya, tren ini juga membawa dampak lingkungan yang signifikan.
Meningkatnya Popularitas Es Teh Jumbo
Es teh, yang dulunya hanya bisa ditemukan di angkringan, kini menjamur di sepanjang jalan di Solo Raya.
Penjual es teh jumbo hadir dengan konsep baru, menawarkan gelas berukuran besar serta varian rasa seperti coklat, stroberi, matcha, dan taro.
Sistem franchise yang diterapkan oleh banyak penjual membuat bisnis ini berkembang pesat, dengan banyaknya gerai yang berjarak hanya puluhan meter satu sama lain.
Dengan harga sekitar Rp3.000 per gelas, es teh jumbo menjadi pilihan minuman yang ekonomis. Di kawasan Laweyan saja, seorang penjual bisa menjual hingga 100 gelas per hari, menunjukkan besarnya permintaan masyarakat terhadap minuman ini.
Dampak Lingkungan dari Sampah Plastik
Di balik kesuksesannya, tren es teh jumbo juga menimbulkan masalah baru: meningkatnya limbah plastik. Yayasan Gita Pertiwi mengungkapkan bahwa bisnis ini berpotensi menambah jumlah sampah plastik di Solo Raya, mengingat penggunaan gelas plastik sekali pakai yang tinggi.
Menurut Direktur Program Gita Pertiwi, Titik Eka Sasanti, kesadaran akan dampak lingkungan dari tren ini perlu ditingkatkan.
Konsumsi plastik di Indonesia terus meningkat, dengan data menunjukkan bahwa konsumsi plastik per kapita naik dari 19,8 kg per orang per tahun pada 2017 menjadi 22,5 kg per orang per tahun pada 2022.
KLHK juga mencatat bahwa 13,1% dari total timbunan sampah di Indonesia tahun lalu merupakan sampah plastik, yang tertinggi setelah sampah makanan.
Bahkan, di Kota Solo sendiri, sampah plastik mendominasi dengan persentase 43,18% dari total timbulan sampah pada tahun 2022.
Solusi untuk Mengurangi Sampah Plastik
Beberapa langkah dapat diambil untuk mengatasi masalah ini, di antaranya:
-
Edukasi dan Kesadaran – Penjual dan konsumen perlu diedukasi tentang dampak limbah plastik dan pentingnya beralih ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.
-
Penggunaan Wadah Ramah Lingkungan – Penjual es teh jumbo bisa mulai beralih ke kemasan biodegradable atau menawarkan insentif bagi pelanggan yang membawa tumbler sendiri.
-
Regulasi Pemerintah – Diperlukan kebijakan yang mengatur penggunaan plastik sekali pakai di sektor bisnis minuman untuk mengurangi timbunan sampah plastik.
-
Pengawasan dan Penertiban – Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk mengawasi serta menertibkan penggunaan plastik sekali pakai dalam industri es teh jumbo.
-
Gaya Hidup Minim Sampah – Konsumen dapat mulai membawa wadah sendiri sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik secara individual.
Tren es teh jumbo memang memberikan peluang bisnis yang besar, namun penting juga untuk memikirkan dampak jangka panjangnya terhadap lingkungan.
Kesadaran bersama antara produsen, konsumen, dan pemerintah diperlukan agar tren ini tetap bisa dinikmati tanpa meninggalkan masalah bagi generasi mendatang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama