Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kuasa Gelap: Horor Eksorsisme Lokal dengan Potensi Semesta Baru

Cicik Nur Latifah • Jumat, 21 Februari 2025 | 14:59 WIB
Film Horor Kuasa Gelap
Film Horor Kuasa Gelap

RADARTUBAN- Kuasa Gelap, karya Bobby Prasetyo, membawa angin segar dalam genre horor Indonesia dengan menawarkan kisah eksorsisme yang menggabungkan elemen Gereja Katolik dan sentuhan okultisme lokal seperti jelangkung. Namun, terlepas dari konsep yang menjanjikan, film ini belum sepenuhnya berhasil memberikan pengalaman horor yang memuaskan.

Film ini bercerita tentang Pastor Thomas (Jerome Kurnia), seorang pastor muda yang harus menghadapi trauma masa lalunya saat menjalankan tugas Gereja untuk menolong seorang gadis yang kerasukan.

Didampingi Pastor Rendra (Lukman Sardi), mereka menghadapi entitas gaib yang digambarkan sebagai legion.

Set produksi dan efek poltergeist dalam film ini juga kurang mendukung. Adegan yang seharusnya membangun ketegangan justru terasa datar, dengan efek kekacauan yang tidak sesuai dengan narasi tentang menghadapi “legion”.

Teknik pengambilan gambar seperti zoom berlebihan dan pergerakan kamera yang berputar-putar malah mengganggu, alih-alih memperkuat atmosfer horor.

Meski begitu, akting Jerome Kurnia sebagai Pastor Thomas patut diapresiasi. Ia tampil lebih luwes dibandingkan Lukman Sardi, meski Lukman adalah aktor senior. Kolaborasi keduanya mengingatkan pada duet legendaris Father Merrin dan Father Damien dalam The Exorcist.

Dengan segala kekurangannya, Kuasa Gelap menunjukkan potensi untuk menciptakan semesta horor baru di Indonesia yang lebih beragam. Jika digarap dengan naskah yang lebih matang dan eksplorasi cerita yang mendalam, kelanjutan film ini bisa menjadi sesuatu yang layak dinantikan.

Sebagai film horor, Kuasa Gelap masih jauh dari kata sempurna. Namun, upaya tim produksi untuk menghadirkan cerita eksorsisme dengan sentuhan lokal patut diapresiasi. Dengan revisi dan pengembangan yang tepat, film ini bisa menjadi pintu masuk bagi semesta horor Indonesia yang lebih inklusif dan unik. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#horor #eksorsisme #Bobby Prasetyo #kuasa gelap #Indonesia #film